RR Sentil Jokowi: Jangan Lupa Budi, Jangan Suka Bohong

KESATU. Presiden Jokowi disentil Rizal Ramli. Rizal bilang Jokowi lupa budi dan suka bohong alias ingkar janji.

Sentilan terhadap Jokowi disampaikan tokoh nasional yang biasa disapa RR itu ketika bertemu pengurus dan anggota Cakra Buana PDIP, Forkabi dan Laskar Betawi.

Para pengurus dan anggota ketiga organisasi itu menemui RR di kawasan Tebet, Jakarta, Senin 3 Agustus 2020.

Kepada RR yang pernah menjadi anggota tim panel penasehat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereka mengaku kecewa dengan pemerintahan Jokowi. Hidup semakin susah akibat banyak kebijakan tidak berpihak pada rakyat kecil.

RR mendengar serius keluhan mereka. Bagi RR, kekecewaan yang didengarnya tidak bisa dianggap sepele karena menjadi cerminan perasaan rakyat di akar rumput.

Di awal pembicaraan Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu menyinggung awal mula Jokowi “hijrah” dari Solo ke Jakarta. Dia juga menyinggung jasa Cakra Buana PDIP mendorong sekaligus memenangkan Jokowi sebagai gubernur DKI dan presiden.

“Tanpa Cakra Buana, tidak ada gubernur Jokowi, tidak ada presiden Jokowi. Karena siapa sih yang kenal Jokowi pada waktu itu. Tapi karena militansi dan kerja keras kawan-kawan Cakra Buana memberikan image Jokowi didukung rakyat.”

“Saya tahu persis Mbak Mega (Megawati Soekarnoputi), Taufik Kiemas tidak mau mendukung Jokowi, maunya dukung Fauzi Bowo apalagi jadi presiden. Tapi karena melihat militansi rakyat yang diwakili Cakra Buana akhirnya (Megawati dan Taufik Kiemas) ikut arus itu,” kata RR.

Baca Juga:  190 Kasus dari 68 Klaster Industri, Karawang Resmi Zona Merah

Sayangnya, menurut RR, setelah berkuasa Jokowi lupa diri dan tidak ingat budi. Jokowi lupa jasa rakyat yang militan menjadikannya presiden.

“Sebetulnya sederhana yang diminta rakyat. Pertama, berpihak sama rakyat apapun kebijakannya. Kedua jujur jangan suka bohong. Itu saja, otomatis nanti terbangun apa yang rakyat cita-citakan,” tutur mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya itu.

Doktor ekonomi lulusan Universitas Boston itu mengatakan pemerintah saat ini memang tidak pro rakyat kecil. Banyak kebijakan yang dibuat lebih menguntungkan kalangan atas.

“Tidak usah mikirin yang gede-gede, yang gede-gede mah sudah tahu jalannya sendiri,” ucap RR. “Saya kadang-kadang bertanya-tanya, Pak Jokowi kan dari rakyat biasa, tukang mabel, masa melihat rakyat susah seperti tidak ada hati gitu loh.”

Bukan hal yang sulit bagi Jokowi, kata RR, jika mau mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kalau tidak bisa Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan cukup bicara minta dicarikan orang yang paham dan bisa memberikan solusi.

Baca Juga:  Banjir Bandang Juga Terjang 5 Desa di Cidahu Kabupaten Sukabumi

“Yang penting pemimpin itu jelas hatinya dimana, hatinya harus sama rakyat. Tapi karena pemimpin tidak ada hati jangankan kepikir (rakyat kecil), ada menteri usul pak naikan harga ini, yang sudah tanda tangan. Ada usul pejabat, pak tidak ada jalan lain harus naikan harga, dinaikan lagi.”

“Kalau bisanya cuma naikin harga tidak usah jadi menteri. Kerjaannya cuma ada apa-apa naikan harga, ada apa-apa ngutang lagi. Kasihan rakyat, utang makin lama makin gede. Untuk bayar bunganya saja kita mesti pinjam,” kata RR.

Sebagai sahabat, RR berharap ada perubahan yang dilakukan Jokowi. RR mengingatkan Jokowi lebih peduli dengan rakyat kecil, ingat budi dan tidak ingkar janji.

“Orang yang lupa budi, orang yang ingkar janji biasanya jarang diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa,” ucap RR.

Kekecewaan terhadap Jokowi antara lain diutarakan Kepala Satgasus Cakra Buana Jakarta, Kadiman Sutedy. Ia mengatakan meski secara organisasi belum menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, tetapi tak dipungkiri banyak anggotanya merasa resah dengan kondisi bangsa saat ini.

Bahkan, sambung pria yang karib disapa Yongki ini, tidak sedikit juga para kader yang kecewa dengan banyaknya kebijakan Presiden Jokowi yang tak sesuai dengan komitmennya.

Baca Juga:  Kelola Duit WTP, Purwakarta Dapat Insentif Daerah Rp 11,9 Miliar

“Anggota Cakra Buana ini dari kalangan akar rumput yang benar-benar merasakan susahnya hidup akibat ekonomi yang carut marut. Saat kampanye kan Pak Jokowi berkomitmen akan sejahterakan rakyat. Tapi, sekarang mana komitmennya? Malah iuran BPJS dinaikin, lapangan pekerjaan gak ada, harga kebutuhan pokok semakin mahal, TDL naik. Pak Jokowi malah sibuk membangun dinasti politik, menyiapkan anak dan mantunya serta iparnya sebagai pimpinan daerah ketimbang perhatikan rakyatnya sendiri,” keluh Yongki.

Yongki pun mengaku, kegagalan pemerintah Jokowi dalam mengurus negara membuat para anggota Cakra Buana sebagai garda terdepan pemenangan Jokowi sejak Pilkada DKI Jakarta hingga Pilpres merasa malu pada rakyat yang telah diajak untuk memilih Jokowi.

“Banyak anggota Cakra Buana yang sering diolok-olok oleh saudara dan tetangganya akibat kegagalan pemerintah dalam sejahterakan rakyat. Nah, apakah pejabat-pejabat merasakan itu? Kan nggak,” tegas Yongki.

Yongki merasa khawatir bila kondisi ekonomi yang memburuk seperti sekarang ini terus berkelanjutan akan menimbulkan amuk massa. Karena, menurut Yongki, bila hal itu terjadi tentunya yang akan menjadi sasaran adalah akar rumput pendukung setia PDIP dan Jokowi.(sak)

Bagikan: