Ridwan Kamil Sebut Keselamatan Pasien dan Nakes Sama-sama Prioritas

KESATUCO. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, keselamatan pasien dan tenaga kesehatan atau nakes sama-sama menjadi prioritas.

Hal tersebut disampaikannya saat berbicara di hadapan sekitar 900 tenaga kesehatan seluruh Indonesia. Yakni, dalam puncak peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2020 secara daring di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (17/9/2020).

Dalam sambutannya, Kang Emil, sapaan akrabnya, mengajak tenaga kesehatan menjadikan Hari Keselamatan Pasien Sedunia sebagai momentum perenungan. Bahwa keselamatan nakes sama penting dengan keselamatan pasien.

“Keselamatan nakes prioritas seiring dengan keselamatan pasien,” ujarnya.

Kang Emil menyebutkan saat ini Indonesia sedang berada dalam kondisi perang melawan COVID-19. Nakes seperti dokter dan perawat merupakan salah satu garda terdepan melawan musuh tidak terlihat.

Baca Juga:  Ambu Anne Serahkan Bantuan Alat Penunjang Olahraga untuk Kelompok Masyarakat

Fakta bahwa hingga kini ada 115 dokter meninggal akibat COVID-19 adalah pukulan dan sebuah kesedihan baginya.

“Yang menjadi garda terdepan adalah tenaga kesehatan. Makanya kita sangat sedih ada 115 dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang gugur. Juga di seluruh dunia sebanyak lebih dari 3.000 orang yang gugur,” kata Kang Emil.

Sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Kang Emil berbagi suka duka di lapangan. Menurutnya, tidak mudah bagi seseorang mengambil keputusan pada situasi darurat kesehatan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Baca Juga:  Timbulkan Perdebatan, WhatsApp Tunda Kebijakan Barunya
Lima Prinsip

Namun, Kang Emil membagikan tips dalam setiap keputusannya selalu berpegang kepada lima prinsip. Kelima prinsip itu yakni proaktif, ilmiah, transparan, mampu memproduksi alat medis dan kolaboratif.

Kang Emil meminta tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 solid dan tetap menjaga solidaritas.

“Jadi dalam konteks ini kebersamaan kita menjadi penting. Saya menitipkan solidaritas dari seluruh rumah sakit karena saya punya data. Ada beberapa rumah sakit yang belum optimal dalam penanganan COVID-19,” ucapnya.

Baca Juga:  Presiden Sampaikan Belasungkawa Atas Bencana di Sulawesi Barat dan Jabar

Selain keteladanan, kebersamaan dan solidaritas menjadi salah satu pertimbangan Kang Emil mau menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19.

Dirinya pun berharap seluruh prosesnya hingga akhir tahun berjalan lancar, sehingga vaksin dapat diproduksi massal dan disuntikkan kepada masyarakat. Beban tenaga kesehatan pun akan jauh berkurang.

“Mudah-mudahan uji vaksin ini lancar karena ujung atau akhir dari COVID-19 adalah imunitas,” ucapnya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan Hari Keselamatan Pasien Sedunia jatuh setiap 17 September. Peringatan pertama dilakukan tahun 2019 dan ini adalah tahun kedua. (Red)

Bagikan: