Reses di Cianjur, Hj Lilis Boy Sampaikan Formula Rakyat Cianjur Makmur

Kembangkan Bank Sampah, Gali Potensi Pariwisata, Pertanian dan Perikanan

KESATUCO. Anggota Fraksi Partai Demokrat, DPRD Provinsi Jabar, Hj Lilis Boy melaksanakan kegiatan Reses I Tahun Sidang 2019/2020 di Aula Gedung Juang Kelurahan Pamyonan, Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, (2/12/2019). Kegiatan ini dihadiri aparat kelurahan, Forum RT/RW se-Kelurahan Pamoyanan beserta masyarakat sekitar Kelurahan Pamoyanan.

Pada kesempatan tersebut, Hj Lilis Boy menampung beberapa aspirasi diantaranya masalah pemberdayaan perekonomian masyarakat melalui home industri di bidang pertanian, peternakan dan pengelolaan sampah.

Hj Lilis merupakan salah satu perwakilan di DPRD Provinsi Jabar dari Dapil (daerah pemilihan) Jabar IV Kabupaten Cianjur. Ia dikenal sebagai sosok yang lantang menyuarakan masalah sampah di Kabupaten Cianjur. Dia pun terus menggaungkan Bank Sampah sebagai salah satu program penanggulangan masalah sampah, yang kian hari volumenya terus bertambah.

Melalui Bank Sampah, ada banyak manfaat yang bisa dipetik. Pertama, bisa mengurangi keberadaan sampah, yang secara otomatis akan meningkatkan nilai keberesihan di lingkungan masyarakat. Kedua, melalui pengelolaan sampah yang profesional, masyarakat akan mendapatkan manfaat dari hasil pengelolaan sampah. Sampah yang dikelola atau didaur ulang bisa menjadi pendapatan bagi masyarakat.

Pembangunan Sektor Pariwisata

Anggota Fraksi Partai Demokrat, DPRD Provinsi Jabar, Hj Lilis Boy melaksanakan kegiatan Reses I Tahun Sidang 2019/2020 di Aula Gedung Juang Kelurahan Pamyonan, Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, (2/12/2019). Kegiatan ini dihadiri aparat kelurahan, Forum RT/RW se-Kelurahan Pamoyanan beserta masyarakat sekitar Kelurahan Pamoyanan.(Ft: aa)

Tetapi memang bukan Ibu Hj Lilis Boy, apabila program pembangunan di Cianjur yang ia dorong hanya pada lingkup sampah saja. Sebagai srikandi terbaik di partai berlogo segitiga mercy ini, ia juga memiliki program pembangunan di wilayah sektor pariwisata.

Hj Lilis Boy sebagai perwakilan Partai Demokrat yang duduk di DPRD Jabar memiliki formula untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga rakyat Cianjur bisa hidup makmur. Selain memiliki terobosan dalam pengelolaan sampah, Hj Lilis juga optimis meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) pada sektor pariwisata di Cianjur.

Ia melihat potensi Pariwisata di Cianjur sangat menjanjikan apabila dikelola dengan benar. “Cianjur memiliki tempat-tempat wisata yang sangat indah dan disukai pengunjung seperti di Cibodas, Gunung Padang dan sejumlah tempat lainnya,” ujar Hj Lilis Boy kepada kesatu.co disela-sela kegiatan Resesnya I Tahun Sidang 2019/2020 di Aula Gedung Juang Kelurahan Pamyonan, Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, (2/12/2019).

Jika tempat wisata dikelola secara baik dan bena,r ia optimis bisa mendatangkan pendapatan bagi masyarakat, terutama bagi konstituennya. “Keberadaan saya mewakili mereka di DPRD Jabar bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan saya akan berjuang untuk masyarakat Cianjur atas nama partai saya Demokrat. Bagaimanapun Demokrat akan memperhatikan kemakmuran masyarakat Cianjur,” aku Hj Lilis Boy.

Dukungan Infrastrukur

Menurutnya, sektor pariwisata ini berhubungan erat dengan infrastruktur, karena ketika sektor pariwisata dibangun maka otomatis harus didukung infrastruktur. Saat ini infrastruktur jalan provinsi memang sudah baik, tetapi untuk jalan Kabupaten Cianjur masih harus terus ditingkatkan. “Terutama di Cianjur Selatan. Potensi Pariwisata di Cianjur sangat bagus sekali. Ada banyak spot pariwisata yang bisa diandalkan Curug di Cempaka dan Air terjun di Naringgul,” katanya.

Selain Bank Sampah dan pengembangan sektor Pariwisata, Hj Lilis juga mengaku memiliki program jangka pendek. Ia akan berusaha memperjuangkan ekonomi masyarakat Cianjur melalui sektor potensi alam yang dimiliki Kabupaten Cianjur seperti perhutani, perkebunan dan pertanian.

“Saya punya hasrat besar untuk memperjuangkan pengembangan usaha, terutama soal market atau pemasaran hasil panen. Karena tahun sebelumnya bibit yang diperbantukan untuk petani sangat baik, tapi yang perlu kita pikirkan hasil panen mereka ini harus dibawa kemana,” ungkapnya.

Untuk itu, Hj Lilis menegaskan Pemda Kabupaten Cianjur harus memerhatikan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), karena dengan jarak tempuh yang cukup jauh menjadi beban para petani. Misalnya saja, menuju kecamatan Takokak atau Cikadu kurang lebih bisa memakan waktu empat sampai lima jam menggunakan alat angkut.

“Otomatis saat petani tidak memiliki alat angkut, maka akan menambah biaya transportasi. Sementara hasil panen kemarin kalau sedang banyak seperti Kol itu harganya jatuh. Bahkan harga Kol sempat anjlok hingga Rp 400 per kilogramnya,” terangnya.

Hj Lilis menambahkan, selain sektor pariwisata dan sumber daya alam pertanian, perhutani dan perkebunan, Bidang perikanan tidak kalah menjanjikan, terutama di Cianjur Selatan. “Tim sukses saya di Agrabinta sudah panen Kepiting, Lobster dan Udang. Namun sejauh mana bantuan pemerintah untuk mendatangkan pembeli dari Jakarta agar tidak selalui melalui tengkulak. Ini juga membutuhkan solusi, sehingga masyarakat bisa menikmati hasl kerja kerasnya,” imbuhnya. (aa)

Bagikan:
Left Menu Icon