Rekomendasi Alumni PT Jabar Peduli Pancasila Diterima Menteri PAN-RB

Minta ASN Dibersihkan dari Radikalisme

KESATUCO. Alumni Perguruan Tinggi (PT) Jawa Barat (Jabar) Peduli Pancasila melaksanakan audiensi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Mereka mengajukan rekomendasi untuk memberantas radikalisme di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pada lingkungan kampus di Jabar.

Budi Hermansyah juru bicara Alumni Unpad Peduli Pancasila mengatakan, beberapa waktu belakangan ini banyak oknum ASN yang terpapar radikalisme.

Untuk itu, sambungnya, Menteri PAN-RB sudah seyogyanya memperjelas visi dan misi organisasi. Serta manajemen yang berdasar pada unsur kesetiaan kepada ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila.

“Syarat kesetiaan pada ideologi NKRI adalah hal yang sangat penting bagi ASN sehingga Men PAN-RB mengadakan gebrakan berupa pemberlakuan regulasi yang mengikat ASN. Dan membuat fakta integritas bagi semua ASN untuk setia kepada 4 Pilar Kebangsaan,” kata Budi.

Baca Juga:  Dapat Bantuan dari Dedi Mulyadi, PSK yang Hamil Ini Berjanji Berhenti Jual Diri

Sementara itu perwakilan dari Gerakan Anti Radikalisme Alumni (GAR) ITB menanyakan kelanjutan penanganan kasus Din Samsudin yang laporannya sudah diserahkan ke KASN dan saat ini dilimpahkan ke Satgas SKB 11 Menteri.

Perwakilan GAR ITB mengapresiasi terbitnya Perpres 7/2021 dan berharap Satgas SKB 11 Menteri bisa lebih bergerak lebih optimal. Dan mau bersinergi dengan perwakilan-perwakilan perguruan tinggi negeri dalam pelaksanaanya.

Para alumni tersebut berharap dengan adanya program jangka panjang dan jangka pendek melalui regulasi yang jelas dapat menangani dan membersihkan ASN dari paham radikalisme.

“Kami mengapresiasi Men PAN-RB yang telah menerima serta menyambut baik masukan masukan kami. Bahkan, menyatakan akan menindaklanjuti dengan lebih mengoptimalkan peran Satgas SKB 11 Menteri,” ujar Budi

Baca Juga:  Penderita Thalasemia dan Hemofilia Kerap Dapat Perlakuan Tidak Baik

Pihaknya juga mengapresiasi Men PAN-RB yang telah menerima dan mengajak para pejabat terkait pembinaan terhadap ASN. “Ini memberikan kepercayaan kuat bagi kami. Pemerintah bersungguh-sungguh dalam melawan radikalisme khususnya di lingkungan ASN,” ucapnya.

Berikut pejabat terkait yang turut hadir:

1. Supranawa Yusuf (Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara)
2. Agus Pramusinto (Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara/ KASN)
3. Tasdik Kinanto (Wakil Ketua KASN)
4. Rini Widyantini (Deputi Kelembagaan dan Tatalaksana Kemen PAN-RB)
5. Yoyon Tony (Staf Khusus Menteri PAN-RB Bidang Radikalisme)
6. Teguh Widjinarko (Plt. Deputi SDM Aparatur Kemen PAN-RB)
7. Jufri Rahman (Plt. Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas dan Pengawasan Kemen PAN-RB).

Baca Juga:  Penyederhanaan Birokrasi, 39 Ribu Jabatan Eselon III dan IV Sudah Dipangkas
Alumni Perguruan Tinggi Jawa Barat Peduli Pancasila:

1. Budi Hermansyah (Alumni Unpad Peduli Pancasila)
2. Ummy Latifah (Alumni Unpad Peduli Pancasila)
3. Amar Rasyad (GAR ITB)
4. DR. M. Fariza Irawady (Alumni Unpad Peduli Pancasila)
5. Mustanif (Alumni Unpad Peduli Pancasila)
6. Guntur Primagotama (Alumni Unpad Peduli Pancasila)
7. Lukman Nurhakim (LINKAR PARAHYANGAN)
8. Buntje Harbunangin (UNPAD4NKRI)
9. Deby Mamusung (Alumni NHI dan SMAN 3 Bandung Ngahiji)
10. Shinta M. Hudiarto (GAR ITB)
11. R. Yusephalandi (Alimni IKIP dan UPI, Pembela 4 Konsensus Dasar Bangsa)
12. DR. Agung Suryatriyana (UPI)
13. Agung Handoko (GAR ITB)
14. Teiz de Fretes (Alumni NHI)

. (Red1)

Bagikan: