Razia Pekat saat AKB, Polres Indramayu Sita 427 Botol Miras

KESATUCO. Sebanyak 427 botol minuman keras atau miras berbagai merek, jenis, dan ukuran berhasil disita Polres Indramayu beserta jajarannya pada razia miras Operasi Pekat (penyakit masyarakat) sepanjang pekan ketiga Januari 2021 ini.

Selain ratusan botol miras, operasi yang digelar dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB) untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 ini, juga menyita 65 liter tuak dan 36 liter ciu.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Narkoba Heri Nurcahyo menyebutkan, ratusan botol miras, tuak dan ciu tersebut didapatkan dari 75 giat yang dilakukan Sat Res Narkoba Polres Indramayu beserta 14 polsek di wilayah hukum Polres Indramayu.

Baca Juga:  Wujudkan Desa Wisata, Komisi I DPRD Jabar Apresiasi BUMDes Bina Laksana

“Sesuai instruksi Kapolres Indramayu, kami beserta jajaran polsek gencar melaksanakan razia miras yang juga bagian dari KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan),” kata Heri saat dihubungi melalui gawainya, Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga:  Kawasan Konservasi Dekat Pemukiman Rawan Terjadi Gangguan

Sasaran razia miras ini, sambungnya, adalah tempat-tempat yang diduga membawa dan berjualan miras. “Miras merupakan awal dari berbagai tindakan kriminal. Terlebih saat AKB ini, miras kerap dikonsumsi secara berkumpul, bersama-sama, sehingga berpotensi menyebarkan COVID-19,” ucapnya.

Heri juga mengapresiasi kekompakan semua polsek yang turut mendukung giat cipta kondisi razia miras tersebut. Ke-14 polsek tersebut di antaranya Polsek Gantar, Sindang, Karangampel, Bongas, Patrol, dan Polsek Juntinyuat.

Baca Juga:  Rejang Lebong Terima Program Bedah Rumah dari Kemensos

Kemudian, sambungnya, Polsek Cikedung, Gabuswetan, Lelea, Sukagumiwang, Anjatan, Tukdana, Kandanghaur, dan Polsek Indramayu.

“Kegiatan ini akan semakin gencar dan rutin dilaksanakan. Kami juga tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan gerakan 3M. Yaitu memakai masker mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan,” kata Heri. (Red1)

Bagikan: