Rapat PAN Ricuh, Wasekjen Bantah Dorong Sekjen

KESATUCO. Rapat internal Partai Amanat Nasional (PAN) berlangsung ricuh. Ada tudingan jika saat terjadi kericuhan Wasekjen PAN mendorong Sekjen PAN.

Dikonfirmasi hal tersebut, Wasekjen PAN Primus Yustisio membantah tudingan rekan separtainya Rizki Aljupri yang menyebut dirinya mendorong Sekjen PAN Eddy Soeparno. Primus mengatakan tudingan itu tak benar.

“Kan mas bisa lihat itu tunjuk-tunjuk saja, dimana saya mendorongnya? Kan mendorongkan pakai tangan mas. Sekarang beginilah, paling jelek, kalau pakai jari itu didorong, itu namanya mendorong bukan namanya kalau pakai telunjuk misalnya? Itu sebenernya dia harus mengerti bahasa Indonesia yang baik dulu nih. Masa pakai jari mendorong? Ini sudah hoaks beritanya,” kata Primus dilansir detikcom, Ahad (22/12/2019).

Primus menjelaskan, dirinya saat itu hanya menunjuk Eddy tanpa melakukan kontak fisik. Primus menyebutkan Kader PAN lainnya, Sigit Purnomo Said alias sebagai saksinya.

“Jadi saya begini, apakah menunjuk itu sama dengan mendorong? Apakah menggunakan jari itu sama dengan mendorong? Saksinya siapa? Dan saya ada di situ. Yang menunjukan saya itu ada di depan itu Pasha Ungu ada. Silakan saja dimintai, saya nggak pernah mendorong, orang dia depan saya, bagaimana saya mendorong?” ujar Primus.

Primus juga menjelaskan alasan kenapa dirinya menunjuk Eddy. Sebab, menurut dia, saat itu Eddy membawa orang luar partai masuk dalam rapat harian PAN.

“Saya itu nunjuk-nunjuk karena dia bawa orang itu, lima orang mas. Di dalam rapat harian itu tidak boleh, sudah disepakati, inikan internal, tertutup. Kami tidak ada, kami juga ada mantan pengurus harian tapi di luar, senior-senior kami yang menjadi pengurus harian dipecat secara sepihak itu ada di luar,” ujarnya menuturkan.

“Ya saya juga itu disayangkan, memang kalau dia sekjen, kalau menurut saya dia berbuat tidak bermoral, kita diam saja? Agama juga tidak ini, saya menegur, dengan telunjuk itu. Saya menegurnya sebenarnya karena dia bawa orang. Ngapain ini bawa-bawa begini? Seperti itulah bahasanya. Masa rumah mas lagi ada orang lain datang, saya nggak boleh ini, ya saya tunjuk dong. Saya bilang anda ini, ya kayak gitu mas,” kata Primus.

Primus juga menyayangkan pernyataan Rizki yang asal menuding dirinya. Padahal, kata Primus, Rizki tidak ada di lokasi saat kericuhan berlangsung.

“Nah ini, saya melihat perilaku, saudara Rizki tidak ada di situ. Saya saja baru tahu, baru kenal, karena saya ada di belakang, di depan tangga. Dan Rizki itu saya tidak kenal dia itu siapa. Pokoknya setelah dikasih tahu itu ada di berita dia anak baru ya sudah, ngomong kaya begini,” ucapnya.

Lebih lanjut Primus mengatakan, ricuhnya rapat harian PAN juga bukan tanpa alasan. Sebab, kata dia, sang ketum, Zulkifli Hasan memutuskan hasil rapat tanpa persetujuan seluruh kader yang hadir.

“Ya saya sih ada di situ, tapi saya tidak baca yang lainnya. Tapi itu memang keputusan sepihak, bahwa ketua umum memimpin rapat menurut saya itu tidak sesuai dengan rapat pada umumnya. Dia putuskan sepihak, yang setuju pihaknya mereka, langsung diketok. Tanpa ditanya. Ini lucu sekali. Yang lucunya kan dia mantan menteri, sekjen, ketua umum sekarang, Ketua MPR juga pernah,” kata Primus.

Padahal, menurut Primus, sebagai pimpinan Zulkifli seharusnya mengakomodasi seluruh pendapat peserta rapat. Bukan malah kemudian memutuskan secara sepihak hasil rapat.

“Nah sekarang inikan ada, mas kalau ada pimpinan redaksi rapat gimana sih? Tiba-tiba bagaimana mekanisme rapat yang benar? Kayak begitu. Kita ikut, kita cuma pengen dimintai pendapat. Nah pendapat kita ini tidak diakomodir, gitu loh,” katanya.(add)

Bagikan:
Left Menu Icon