Pungli Honorer Tatang ASN Bandung Barat Terancam 20 Tahun Penjara

KESATUCO. Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Kearsipan dan Perpustakann Pemkab Bandung Barat, Tatang Sudrajat terancam pidana maksimal 20 tahun dan denda RP 10 miliar karena perbuatannya dalam pungutan liar (pungli) penerimaan honorer..

Tatang diseret ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Rabu (26/2/2020) dalam dugaan korupsi pungli terhadap calon pelamar tenaga kerja kontrak. Dia didakwa Pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jabar, Erry Ernawati Soeryadi dan Slamet Riyadi, dalam berkas dakwaannya mengatakan, kasus ini melibatkan Tatang dan anak buahnya, Iwan Bakti.

“Bermula pada 10 Desember 2019, seorang pria bernama Bayu Kencana Wijaya hendak melamar sebagai honorer di Pemkab Bandung Barat bersama temannya, Roni. Di perjalanan, keduanya bertemu Iwan Bekti,” ujar jaksa.

Kepada kedua pelamar honorer warga Bandung Barat itu, Iwan mengaku memiliki kedekatan dengan kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemkab Bandung Barat. Sehingga, Iwan mengaku bisa meloloskan keduanya.

“Tapi saudara Bayu diminta menyediakan uang senilai Rp 25 juta. Awalnya tidak menyanggupi dan minta dikurangi, namun akhirnya permintaan itu disanggupi,” ujar jaksa Slamet.

Pada 11 Desember, Bayu mendatangi terdakwa di kantornya dan menyerahkan sejumlah uang. Uang yang diserahkan senilai Rp 10 juta sebagai uang muka dan diterima terdakwa.

“Oleh terdakwa, Iwan diberi Rp 3 juta. Pemberian uang berlanjut pada 12 Desember 2019. Bayu menyerahkan uang Rp 15 juta pada terdakwa sebagai pelunasan. Dari Rp 15 juta, Rp 2,2 juta diberikan pada Iwan,” kata jaksa.

Kata jaksa, terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum karena perekrutan tenaga kerja kontrak di Pemkab Bandung Barat, hanya berdasarkan‎ kebutuhan program kegiatan di masing-masing dinas.

“Dan dalam prosesnya tidak dipungut biaya sama sekali. Pemberian uang Rp 15 juta ini dipergoki oleh polisi dan langsung dilakukan penangkapan,” kata Erry. (ram)

Bagikan:
Left Menu Icon