Puluhan Bandit Curas dan Curanmo di Indramayu diringkus Polisi - Kesatu.co

Puluhan Bandit Curas dan Curanmo di Indramayu diringkus Polisi

KESATUCO. Polres Indramayu meringkus 24 orang tersangka diduga terlibat tindak pidana curas dan curanmor lintas provinsi. Penangkapan itu dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sebanyak 84 unit sepeda motor hasil kejahatan turut diamankan Polisi.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, para tersangka biasa melakukan pencurian kendaraan bermotor di beberapa daerah di Jabar hingga DKI Jakarta.

“TKP di wilayah Indramayu, Bekasi, Subang, Purwakarta, Jakarta Utara dan Sumedang,” ucap Rudy dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Senin (18/11).

Ditemui ditempat yang sama, Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y. Marzuki menjelaskan, pelaku beraksi dengan modus menggunakan kunci palsu hingga kunci Leter T.

“Para pelaku merupakan sindikat curanmor dan curas dengan modus menggunakan kunci palsu atau kunci T dan begal, jambret,” ujar Yoris.

Setelah berhasil mendapatkan barang curiannya, para pelaku menyetorkan hasil kejahatannya berupa kendaraan roda dua untuk diubah nomor mesin hingga membuat STNK palsu.

Hal itu dilakukan agar sepeda motor curian tampak memiliki surat kendaraan yang lengkap. Dengan kata lain pembeli daripada sepeda motor tersebut tidak akan mengetahui barang tersebut hasil kejahatan.

“Kemudian motor hasil kejahatan ditampung oleh penadah. Nomor rangka dan nomor mesinnya diubah lalu serta disiapkan STNK palsu. Setelah itu sepeda motor dijual ke daerah Kalimantan, dikirim melalui kapal dari Pelabuhan Marunda Jakarta Utara,” ujar Yoris.

Yoris menyebutkan, selain mengamankan kendaraan bermotor, polisi juga mengamankan barang bukti senjata tajam jenis golok dan parang. Lalu pistol mainan, bukti pengiriman sepeda motor ke Kalimantan, ratusan lembar STNK palsu , kunci T berikut anak kunci, telepon seluler.

Pelaku curas  dijerat Pasal 365 KUHP diancam dengan hukuman penjara paling lama 9 (sembilan) tahun penjara. Sementara untuk pelaku curanmor dijerat Pasal 363 KUHP diancam dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara.

Sedangkan para penadah dijerat Pasal 480 KUHP diancam dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun,.

“Petugas juga menerapkan Pasal 481 KUHP terhadap para pelaku yang turut membantu kejahatan. Mereka diancam dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara,” pungkas Yoris. (ram)

Bagikan:
Left Menu Icon