PSK asal Sukabumi Digerebek di Hotel Padang, Kasusnya Kini Kontroversi

KESATUCO. Kasus penggerebekan PSK di sebuah hotel berbintang di Padang, Sumatera Barat, menjadi perhatian publik. Di penggerebekan itu ada seorang Anggota DPR RI Andre Rosiade ikut serta. 

Polda Sumbar telah menetapkan dua orang tersangka. Yakni PSK berinisial N (27) dan muncikarinya, AS (24). Diketahui, N berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Kasus ini jadi kontroversi karena diduga ada unsur jebakan dalam penggerebekan tersebut.

Kronologi penggerebakan, awalnya Andre menjelaskan warga Padang telah resah karena maraknya prostitusi yang dilakukan melalui sebuah aplikasi online di Padang. Warga yang merasa resah mengadu kepada Andre.

Andre kemudian melanjutkan laporan warga kepada Polda Sumbar. Pihak kepolisian meminta bukti nyata untuk mengusut kasus tersebut lebih lanjut. Warga yang resah berinisiatif melakukan pemesanan PSK lewat aplikasi online tersebut.

Ajudan Andre, Bimo yang kebetulan sudah memesan sebuah kamar di hotel berbintang di Padang bersedia menawarkan kamarnya untuk digunakan dalam rencana tersebut.

Setelah PSK datang ke kamar hotel milik Bimo, Andre bersama polisi dan wartawan masuk ke kamar tersebut dan melakukan penggerebekan.

“Jadi tidak benar saya melakukan penjebakan kepada PSK itu. Yang memesan adalah warga yang melaporkan adanya prostitusi online, kemudian polisi perlu bukti dan akhirnya warga itu memesan dan kemudian digerebek,” jelas Andre seperti dikutip dari Kompascom.

Penangkapan terjadi sektiar pukul 14.17 WIB di sebuah hotel berbintang yang beralamat di Jalan Bundo Kanduang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Saat melakukan penggerebekan, N ditemukan dalam keadaan tanpa busana.

N yang kaget, sontak bersembunyi di balik pintu kamar. Dia kemudian langsung masuk ke kamar mandi hotel karena sedang dalam kondisi tanpa busana.

Panit II unit V Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar AKP Indra Sunedi menjelaskan, pihak kepolisian mendapat info dari Andre terkait prostitusi online tersebut.

“Pimpinan kami dihubungi oleh anggota DPR RI Andre Rosiade yang menyatakan bahwa di hotel ini terdapat prostitusi online,” ujar AKP Indra Sunodi.

Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggerebekan tersebut. Yakin alat kontrasepsi dan uang tunai sebesar Rp750 ribu di atas sebuah kursi.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan alat kontrasepsi yang ditemukan saat melakukan penggerebekan masih dalam kondisi belum terpakai.

Sementara itu, N mengaku datang ke hotel diantar seorang temannya, Al (24). Dia mengaku berasal dari Sukabumi dan minta diantar AI. Ia mengakui dirinya sudah menetap di Padang sealam dua minggu untuk bermain.

“Cuma untuk pergi main aja. Dan saat kehabisan uang, makanya saya begini,” terangnya.

N juga mengatakan dirinya tidak mengenal dengan laki-laki yang berada di kamar bersama dengannya. Laki-laki dikenal N melalui sebuah aplikasi pengiriman pesan online.

“Saya baru ketemu dan gak kenal juga. Saya tidak bisa mengelak lagi, karena ada bukti,” lanjutnya. (yuz)

Bagikan:
Left Menu Icon