PSBB Rasa Car Free Day, Pemkot Tasikmalaya Dilema

KESATUCO. Pemkot Tasikmalaya dilema atas kebijakannya menutup ruas jalan menuju kawasan pertokoan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meskipun sepi dari lalu lalang kendaraan, namun aktivitas warga tetap padat di kawasan Jalan HZ. Mustofa, Kota Tasikmalaya.

Pantauan Kesatu.co, Jalan HZ. Mustofa menuju persimpangan Nagarawangi masih dipadati warga yang berlalu lalang. Sejumlah pedagang kaki lima berjualan sepatu, sandal hingga pakaian, masih beraktivitas seperti biasa berderet di sepanjang jalan.

Kawasan pertokoan juga terlihat masih buka. Kendati menerapkan protokol kesehatan di pintu masuk, warga masih terlihat berdesakan di area dalam toko.

Baca Juga:  Luhut Wujudkan Janjinya kepada Gus Dur

Beberapa warga bahkan terlihat asyik berfoto di tengah jalanan yang sepi dari kendaraan. Mereka bahkan menganggap kebijakan penutupan ruas jalan tersebut mirip dengan kegiatan car free day di hari libur.

“Mau beli perlengkapan lebaran, memang sudah dengar soal PSBB tapi kawasan toko masih buka. Motor saya parkir agak jauh karena memang kendaraan tidak boleh masuk, jadi seperti car free day. Kendaraan tidak boleh melintas tapi toko masih buka,” kata Nunung Hasanah (34), warga Kecamatan Tamanasari, Kota Tasikmalaya, Jumat (22/5/2020) siang.

Baca Juga:  Razia Pekat saat AKB, Polres Indramayu Sita 427 Botol Miras

Banyak Laporan Kerumunan Massa

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, diberlakukannya PSBB gelombang kedua, masih banyak laporan terjadinya kerumunan massa di pusat pertokoan dan pasar.

Kerumunan masyarakat tersebut, dinilai sulit dihindari lantaran tingginya keinginan warga berbelanja menjelang Lebaran. Seperti membeli pakaian dan sebagainya.

“Pemkot Tasikmalaya juga dilema dalam mengatasi masalah itu. Di satu sisi pemerintah ingin cepat memutus mata rantai penularan COVID-19. Namun di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya juga tidak ingin sektor perekonomian terdampak terlalu jauh akibat Virus Korona,” katanya, Jumat (22/5/2020)

Baca Juga:  Bupati Sukabumi Minta Adanya Regulasi Rutilahu dari ADD

Budi mengatakan, PSBB tahap kedua berlaku hingga 29 Mei mendatang. Pertokoan sebelumnya tidak diizinkan beroperasi. Namun sekarang diperbolehkan dengan waktu terbatas yaitu pada pukul 10.00-16.00 WIB. Sedangkan, syaratnya agar pengelola harus tegas menerapkan jaga jarak (physical distancing) antarpengunjung.

“Saya sudah melihat banyak warga yang berjejer mengantre dan mereka juga tidak jaga jarak. Kejadian tersebut, kami akan perkuat tim patroli selama PSBB dan fokus sekarang yakni di pusat perbelanjaan, seperti toko pakaian dan pasar. Jika mereka menemukan (kerumunan) langsung saja bubarkan,” ucapnya. (Andri/Dede)

Bagikan: