PSBB Proporsional Kota Bandung Berakhir, Masuki Fase AKB

KESATUCO. Pemkot Bandung mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, mengikuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Pada PSBB Proporsional tahap dua ini, Pemkot Bandung mengklaim angka kasus positif Covid-19 terus menurun.

Penurunan kasus positif tersebut yang jadi alasan Pemkot Bandung menyelesaikan PSBB. Pascatiga bulan pandemi Covid-19, Kota Bandung sudah menjalani empat kali PSBB, dua kali PSBB full dan dua kali PSBB Proporsional.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan tren positif terjadi pada jumlah kasus positif Covid-19. Berdasarkan hasil perhitungan Dinas Kesehatan Kota Bandung kasus positif menurun dari 5,6 orang per hari menjadi 2,2 orang per hari. Untuk angka reproduksinya berada di 0,53 orang per hari.

Baca Juga:  Diduga Terlibat Penyerangan dan Penganiayaan, Enam Pria di Bandung Diamankan Polisi

“Hari ini adalah hari terakhir pemberlakuan PSBB Proporsional tahap 2 dan kita memperoleh hasil yang cukup menggembirakan. Hal ini patut kita syukuri, namun tetap waspada dan jangan lengah,” kata Oded di Balai Kota Bandung, Jum’at (26/06/2020).

Baca Juga:  DKR Gelar Aksi Tuntut Penambahan Kuota PPDB untuk Siswa Miskin

Selain itu angka kesembuhan kasus positif Covid-19 juga meningkat 13,4% dari periode sebelumnya. “Angka kesembuhan kita sebesar 62,98%,” sambungnya.

Lebih lanjut, Oded menerangkan selama masa PSBB Pemkot Bandung sudah melakukan 21.340 kali tes rapid dan 10.457 tes swab. Mereka terus melakukan pelacakan terhadap orang-orang dengan indikasi tinggi terpapar positif Covid-19.

“Ke depannya, tes swab akan terus kita tingkatkan karena 80 puskesmas sudah bisa melaksanakan pengetesan PCR dan hasilnya tetap diproses di BSL 2 milik Pemkot Bandung,” imbuhnya.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara, Ribuan Anggota dan PNS Polda Jabar Naik Pangkat

Hasil yang dipaparkan tadi jadi alasan memutuskan Pemkot Bandung untuk tidak memperpanjang PSBB.

Berakhirnya PSBB Proporsional, Oded menyatakan Kota Bandung siap dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan wajib jalani standar protokol kesehatan. Sejumlah sektor ekonomi juga akan diberi kelonggaran untuk penyesuaian AKB.

“Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kita akan bergeser dari PSBB Proporsional menjadi fase Adaptasi Kebiasaan Baru,” katanya. (sab)

Bagikan:
Left Menu Icon