PSBB Jabar di Kota Bandung, Pengendara Motor Bisa Boncengan

KESATUCO. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jabar berlaku mulai hari ini. Pada PSBB kali ini, Kota Bandung melonggarkan kebijakan pengendara sepeda motor jadi bisa berboncengan.
Pada PSBB Bandung Raya, di Kota Bandung pengendara motor dilarang boncengan.
Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, secara umum substansi aturan yang baru ini hampir sama dengan aturan saat PSBB Bandung Raya. Namun, ada sejumlah perbedaan aturan yang menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah provinsi.
Keputusan PSBB yang baru ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2020. Kemudian, rincian teknis pelaksanaannya pun kembali diatur melalui Keputusan Wali Kota Nomor 443/Kep. 373_Dinkes/2020.
“Pertama itu penghentian semua sekolah dan sekolah agama Islam serta ditambah keagamaan lainnya, pendidikan lainnya dan pendidikan non formal lainnya,” kata Oded, di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Rabu (06/05/2020).
Ia menjelaskan, perbedaan kebijakan lainnya yang terdapat pada Perwal PSSB Jabar adalah mengatur pengendara sepeda motor. Sekalipun pada prinsipnya tetap diimbau untuk tidak berboncengan, namun terdapat sejumlah pengecualian.
“Kecuali untuk kegiatan yang berkaitan dengan Penanggulangan Covid-19, dan diperuntukkan bagi kondisi gawat darurat kesehatan. Selain itu, pengemudi dan penumpang memiliki alamat rumah yang sama,” jelas Oded.
Begitu pun bagi angkutan roda dua berbasis aplikasi, sambung Oded, masih tetap hanya diperbolehkan untuk pengangkutan barang saya. Diperbolehkan mengangkut penoany apabila dalam keadaan sangat mendesak.
“Untuk angkutan berbasis aplikasi ini ya kecuali juga untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 atau saat ada keadaan kesehatan gawat darurat,” sambungnya.
Pemkot Bandung juga memberi kelonggaran terhadap toko bahan bangunan dan material untuk beroperasi. Hanya saja, jam operasionalnya dibatasi mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB.
Katanya, selama 14 hari PSBB Bandung Raya, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat yang kesulitan mencari bahan baku bangunan untuk kebutuhan rumah, seperti pipa.
Bagikan: