Produsen Sulit Salurkan Pupuk di Jabar, Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Segera Tambah Alokasi

KESATUCO. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah harus segera menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Jawa Barat. Komisi IV DPR menjadi mitra Kementerian Pertanian (Kementan).

Jika tidak ditambah, kata Dedi, produsen dalam hal ini di Jawa Barat adalah PT Pupuk Kujang akan kesulitan karena terkendala oleh Permentan No 10 tahun 2020.

“Dasar penagihan pupuk bersubsidi adalah angka alokasi yang diterbitkan oleh Kementrian Pertanian berupa Permentan No 10 Tahun 2020, sehingga PT Pupuk Kujang dalam hal ini sebagai produsen tidak dapat menyalurkan sesuai dengan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang ada,” kata¬†Dedi Mulyadi melalui ponselnya, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga:  Fahmi Ajak Media Angkat Potensi Wilayah

Menurut Dedi, apabila penyaluran pupuk melebihi angka alokasi yang ada dan tidak ada penambahan dari pusat, maka berpotensi penyaluran tersebut tidak dapat ditagihkan kepada pemerintah dan ini melanggar ketentuan yang ada.

Dari data yang diperolehnya, lanjut Dedi, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat sampai 31 Juli 2020 sudah mencapai 364.767 ton atau 94% ,berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Nomor 521.34/Kep/716/PSP/2020, namun jika berdasarkan e-RDKK yang ada masih ada sisa sekitar 196.777 ton.

Baca Juga:  Satu Keluarga Pengemis Tertabrak Mobil di Kota Tasikmalaya, 1 Tewas

“Alokasi tahun 2020 untuk Provinsi Jawa Barat hanya mendapatkan sebesar 388.400 ton atau menurun sejumlah 142.643 ton dari total alokasi tahun 2019 sebesar 531.043 ton,” kata Dedi.

Menurut Dedi, sampai 31 Juli 2020 penyaluran di beberapa kabupaten sudah sesuai dengan angka alokasi yang ada, seperti Kabupaten Indramayu (51.311 ton), Cirebon (23.011 ton), Bekasi (14.907 ton), Pangandaran (7.568 ton) dan Kota Banjar (1.545 ton).

Baca Juga:  Fadli Zon: Rezim Komunis Memang Kejam

“Hal ini menyebabkan penyaluran belum dapat dilakukan sampai dengan adanya alokasi tambahan dan ini menimbulkan isu kelangkaan pupuk di tingkat petani,” kata Dedi.

Alokasi pupuk bersubsidi untuk Provinsi Jawa Barat di sisa tahun 2020 dari total 388.400 ton hanya tersisa 23.633 ton, sehingga produsen akan sulit untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi mulai September sampai Desember 2020.

Bagikan: