Positif COVID-19 Meningkat, Pemkot Tasikmalaya Memperketat Izin Keramaian

KESATUCO. Angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali meningkat. Pemkot Tasikmalaya pun kembali memperketat izin keramaian.

Terhitung Selasa (24/11/2020), Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 609 orang. Angka itu bertambah sebanyak 105 kasus dari pekan sebelumnya.

Dari total kasus yang tercatat, sebanyak 360 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, sebanyak 225 orang masih menjalni perawatan dan 24 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  BPBD: 14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Risiko Bencana Tinggi

Menyikapi persoalan tersebut, Pemkot Tasikmalaya pun memperketat Izin kegiatan yang dinilai berpotensi mengundang keramaian massa.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan, Pemkot Tasikmalaya akan memperketat pemberian izin untuk kegiatan masyarakat.

Hal itu dilakukan untuk menekan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayahnya.

Menurut Ivan, dalam sepekan terakhir kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerahnya bertambah lebih dari 100 orang. Karena itu, penerapan protokol kesehatan diputuskan harus lebih ketat.

Baca Juga:  Sensus Penduduk 2020: Jumlah Penduduk Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

“Edukasi dan pengawawan ke masyarakat harus ditingkatkan. Termasuk pemberian rekomendasi untuk kegiatan akan diperketat,” kata Ivan kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Ivan juga menambahkan, setiap kegiatan masyarakat yang akan mengundang orang banyak harus melalui izin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga:  Tiga Jembatan Hancur Akibat Banjir Bandang Puncak Bogor

“Panitia juga harus dapat memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan maksimal selama kegiatan berlangsung,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang abai untuk menjaga jarak ketika melakukan kegiatan.

Padahal, jaga jarak adalah salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan, untuk menghindari penularan Covid-19. “Itu yang harus diperhatikan,” katanya. (Andri/Add)

Bagikan: