Polri Tetapkan 4 Tersangka Gratifikasi Red Notice Djoko Tjandra

KESATU. Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan red notice atas nama Joko Sugiarto Tjandra atau (Djoktjan). Dua orang sebagai pemberi, dan dua lainnya sebagai penerima.

“Penerima saudara PU kita tetapkan tersangka, kedua adalah NB penerima,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2020.

Inisial PU merujuk nama Brigjen Prasetijo Utomo, adapun NB merujuk nama Irjen Napoleon Bonaparte. Masing-masing keduanya adalah mantan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.

Baca Juga:  Satu Keluarga Pengemis Tertabrak Mobil di Kota Tasikmalaya, 1 Tewas

Sedangkan tersangka pemberi hadiah atau janji adalah Djoktjan sendiri dan seorang pengusaha bernama Tomy Sumardi.

“Pelaku pemberi kita menetapkan tersangka saudara JST (Djoko Soegiarto Tjandra) dan kedua TS (Tomy Sumardi),” jelas Argo.

Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo dijerat dengan pasal 5 ayat 2, lalu pasal 11 dan 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tipikor dan pasal 55 KUHP, ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan Djoktjan dan TS dikenakan pasal 5 ayat 1, kemudian pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 20O2 tentang Tipikor, juncto pasal 5 KUHP.

Baca Juga:  Harga Pupuk Bersubsidi Naik, Petani di Kota Sukabumi Menjerit

Penetapan tersangka dilakukan usai tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dir Tipikor) Bareskrim Polri melakukan gelar perkara. Tim penyidik telah memeriksa total 19 orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Dari penetapan tersangka tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang senilai USD 20 ribu, surat, handphone, laptop dan kamera CCTV.

Baca Juga:  Fadli Zon: Rezim Komunis Memang Kejam

Sebelumnya, Bareskrim Polri juga telah menetapkan tersangka terkait penerbitan dan penggunaan surat jalan palsu untuk Djoktan yang dikeluarkan Brigjen Prasetijo Utomo. Mereka adalah pengacara Anita Kolopaking dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Di mana dalam kasus Djoko Djandra ada dua, pertama masalah pidana umum, kedua adalah kasus di Tipikor,” demikian kata Argo Yuwono.(sak)

Bagikan: