Polrestabes Bandung Gerebek Pabrik Tembakau Gorila

Sita 9 Kg, Disembunyikan dalam Kemasan Kacang Goreng

KESATUCO. Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polrestabes Bandung menggerebek dua buah kamar indekos yang diduga menjadi tempat pembuatan Tembakau Gorila, di kawasan Katamso, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020).

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya melalui Kasatnarkoba AKBP Irfan Nurmansyah menjelaskan, penggerebekan tersebut berawal dari adanya informasi terkait penjualan Tembakau Gorila melalui media sosial. Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan, didapatkan informasi yang mengarah ke kos-kosan di Katamso tersebut.

“Penggerbekan berdasarkan informasi masyarakat adanya aktivitas penjualan tembakau di online. Setelah kita pelajari, modusnya, mereka menjualnya lewat medsos,” ucap Irfan di lokasi penggerebekan.

Dalam penggerebekan itu, didapati terdapat satu kamar indekos yang dijadikan tempat produksi tembakau tersebut. Kemudian, didapati satu kamar lainnya tempat packing atau pengemasan dan ada yang siap kirim.

“Ada kamar khusus untuk produksinya tembakau sintetis atau gorila, sementara kamar satu lagi tempat packing,” ujar Irfan.

Dalam penggerebak itu, lanjut Irfan, Polisi mengamankan tiga orang pelaku berinisial AS, A dan L. Selain itu, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sembilan kilogram tembakau siap edar.

Dipasarkan di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka memasarkan Tembakau Gorila-nya ke sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, Irfan tidak merincikan kota atau kabupaten mana tempat biasa mereka mengirimkannya.

Untuk bahan-bahan produksi serta peralatannya, didapat ketiganya dari wilayah Surabaya. Keterampilan meracik tembakau sintetis itu dipelajari ketiga tersangka melalui internet.

“Mereka kirim ke banyak wilayah di Indonesia, mereka jual seringkali lewat medsos, kemudian mereka packing dan kirim,” ujar Irfan.

Modus ketiga pelaku pun terbilang baru. Pasalnya, para pelaku menyembunyikan Tembakau Gorila-nya dalam kemasan berisikan kacang goreng. Hal itu dilakukan guna mengelabui petugas dan tidak menimbulkan kecurigaan, saat melakukan pendistribusian di jasa pengiriman barang.

“Kacang untuk mengelabui petugas, sehingga saat pengiriman dilapisi kacang, modus baru ini,” ucap Irfan.

Diduga Telah Beroperasi Selama Setahun

Diduga, ketiga pelaku telah menjalanlan bisnis haramnya sudah cukup lama.

“Home industry gorila ini mereka beroperasi kurang lebih setahun,” ujarnya.

Irfan menambahkan, polisi pun akan melakukan pengembangan terhadap para tersangka. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan para pelaku terhubung dengan jaringan penjual narkotika lainnya.

Sementara itu, penjaga kos-kosan tempat industri Tembakau Gorila, Eko (40) mengatakan, dirinya tidak mencurigai adanya aktivitas produksi Tembakau Gorila. Pasalnya, para pelaku dikenal tertutup dan tidak bersosialisasi.

Eko menambahkan, dirinya sempat memergoki para pelaku sedang melakukan produksi Tembakau Gorila. Namun, para pelaku mengaku sedang membuat tembakau seperti halnya tembakau berasa yang dijual secara legal.

“Lalu ada paket tembakau, saya gak curiga ke situ. Katanya mau bikin tembakaunya jenis paperka,” ucap Eko.(ram/add)

Bagikan:
Left Menu Icon