Polresta Cirebon Ungkap 23 Kasus Narkotika, 28 Orang Ditangkap

KESATUCO. Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon mengungkap 23 kasus penyalahgunaan narkotika sejak Maret hingga Juni 2020. Sebanyak 1.186.134 pil obat keras terlarang pun disita polisi.

Kapolresta Cirebon Kombes M Syahduddi mengungkapkan, dari 23 kasus penyalahgunaan narkotika sembilan diantaranya merupakan narkotika jenis sabu-sabu. Sedangkan, 19 kasus obat keras terlarang (OKT).

Duddi menyebutkan, puluhan orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, mereka mendekam di tahanan Mapolres Cirebon Kota.

Baca Juga:  Kisah Saep Bos Copet di Preman Pensiun, Pernah Jadi Pemulung

“28 tersangka yang diamankan ini merupakan bandar, para pengedar dan pengguna narkoba yang diamankan di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujar Duddi saat Konferensi Pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (29/6).

Lebih lanjut, Duddi mengungkapkan, barang bukti yang diamankan dari 28 tersangka tersebut cukup banyak. Diantaranya, 1.186.134 butir obat keras terlarang dan 6 gram sabu.

Baca Juga:  Laudya Cynthia Bella dan Engku Emran Resmi Bercerai

“Ada beberapa jenis obat keras terlarang yang diamankan yakni, 1.137000 ribu butir chlorprimazine, 34.050 butir trihex, 11.418 butir tramadol, dan 3.666 butir dextro,” ungkap duddi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga menambahkan, sembilan tersangka kasus sabu melanggar pasal 112 Jo pasal 114 Jo pasal 127 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling lama 20 Tahun dan paling singkat 5 tahun.

Baca Juga:  Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tinggi, Fogging akan Digratiskan

“Sedangkan untuk 19 tersangka kasus Obat keras terlarang (OKT) melanggar pasal 196 Jo pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman paling lama 15 Tahun,” tandasnya. (ROY)

Bagikan:
Left Menu Icon