Polisi Amankan Delapan Perusuh di DPRD Purwakarta

KESATUCO. Polres Purwakarta menangkap delapan orang diduga perusuh dalam unjuk rasa Undang-undang Cipta Kerja di DPRD Purwakarta, Rabu (7/10/2020).

Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan menyebut kericuhan berawal dari kesalahpahaman lantaran perusuh di DPRD Purwakarta ingin ada rekomendasi.

Baca Juga:  Seluruh Paslon di Sukabumi Langgar Protokol Kesehatan

“Tadi itu ada orang dari luar buruh dan mahasiswa. Delapan orang diamankan, sedang kami periksa,” ujarnya.

Saat unjuk rasa, massa ini melempari polisi di halaman DPRD Purwakarta. Sejumlah fasilitas di gedung dewan itu rusak.

Ketua DPRD Purwakarta, Ahmad Sanusi menanggapi terkait rusuhnya massa yang berunjuk rasa terkait penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Ahmad Sanusi mengaku prihatin dengan adanya tindakan anarkis yang mengakibatkan kerusakan pada pos keamanan sekretariat dewan.

Baca Juga:  Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Roda Pemerintahan Tak Terganggu

“Mestinya ini tidak terjadi. Saya berharap kawan-kawan buruh melakukan perjuangannya yang tertib dan aman supaya hasilnya juga baik. Kalau sudah ada kerusakan seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab? Yang rugi kita-kita juga,” ujarnya, Rabu (7/10/2020).

Bagikan: