Petani Berusia 72 Tahun di Tasikmalaya ini Tewas Setelah Jatuh Dari Pagar, Berawal Dari Cekcok

KESATUCO. Seorang petani berusia 72 tahun bernama Iding, warga Kampung Cipanas Desa Pamoyanan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya tewas setelah jatuh saat meloncat pagar.

Peristiwa tewas – nya petani bernama Iding itu saat  Iding dan tetangganya berinisial Spd (42) berselisih akibat batas tanah milik.

Kapolsek Kadipaten AKP Erustiana mengatakan, Iding sempat mendatangi Spd di rumahnya yang berdekatan. Kedatangannya dengan maksud memperbaiki batas tanah.

“Dari keterangan saksi, Iding menyebut Spd membangun pagar di atas lahan milik Iding dan dibangun tanpa sepengetahuannya,” kata Kapolsek.

Baca Juga:  Ramai Pernikahan, Legislator Asal Sukabumi Ingatkan Protokol Kesehatan

Akhirnya, kata Kapolsek, Iding yang datang ke rumah korban dengan maksud untuk menyelesaikan masalah batas tanah tersebut.

“Spd malah balik bertanya ke korban Iding maunya apa.

Saat itu, posisi korban sedang berdiri di atas teras rumahnya. Sedangkan Iding berada di depan rumah korban yang hanya terhalang pagar kawat tralis setinggi kurang lebih 1 meter.

Korban menjadi terpancing emosinya dan meloncat pagar itu dengan maksud memukul pelaku.

“Tetapi korban terhalang oleh pagar pembatas sehingga hilang keseimbangan dan pelaku menghindar sewaktu korban akan terjatuh. Akhirnya korban jatuh terbentur ke tanah dengan kepala berada di bawah terlebih dahulu,” ucapnya.

Baca Juga:  Implementasi RPJMD Dalam Pembangunan Purwakarta

Setelah korban terjatuh, jelas dia, pelaku tidak berusaha menolong korban yang sudah tersungkur. Sehingga warga sekitar yang menolong korban ke puskesmas. Sedangkan pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

“Kasusnya masuk perkara dugaan tindak pidana menyebabkan seseorang mati karena kekhilafan. Dan atau penganiayaan dan atau kejahatan terhadap nyawa orang dimaksud dalam pasal 359 jo 353 Jo 338 KUHPidana. Barang bukti yang diamankan sebuah peci berlumuran darah,” katanya.

Baca Juga:  Pandemi, Karta Bandung Imbau Ganti Euforia 17 Agustus dengan Kegiatan Sosial

Polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas kasus tersebut.Korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat.

Namun nyawanya tak tertolong akibat terlalu banyak mengeluarkan darah. Pihaknya juga telah melakukan visum guna memastikan kematian korban.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya yang banyak mengeluarkan darah,” ujar kapolsek.

Bagikan:
Left Menu Icon