Pesan dan Harapan Untuk KADIN Kabupaten Garut

KESATUCO. Mencuatnya dua nama sebagai kandidat calon Ketua Kadin Kabupaten Garut menjadi pembahasan masyarakat di Kabupaten Garut. Sejumlah tokoh memberikan masukan dan pesan kepada lembaga yang didirikan tanggal 24 September 1968 tersebut.

Salah satu tokoh yang memberikan pesan sekaligus mengingatkan Kadin untuk menjalankan perannya adalah Sekretaris Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) sekaligus Ketua LSM Gerakan Hejo, Kabupaten Garut, Ratno Suratno atau lebih dikenal dengan nama Wa Ratno.

Menurut Wa Ratno, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak dibidang perekonomian. Kadin didirikan 24 September 1968 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

“Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang KADIN menetapkan bahwa seluruh pengusaha Indonesia dibidang usaha negara, usaha koperasi dan usaha swasta secara bersama-sama membentuk organisasi Kamar Dagang dan Industri,” katanya.

Wadah dan Wahana Pembinaan

Wa Ratno menegaskan, KADIN sebagai wadah dan wahana pembinaan, komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi, dalam rangka mewujudkan dunia usaha Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi yang bertumpu pada keunggulan nyata sumber daya nasional, yang memadukan secara seimbang keterkaitan antar potensi ekonomi nasional.

“Tentunya, KADIN memiliki peran terhadap berbagai bidang yakni antar sektor, antar skala usaha, dan antar daerah, dalam dimensi tertib hukum, etika bisnis, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan dalam suatu tatanan ekonomi pasar dalam percaturan perekonomian global dengan berbasis pada kekuatan daerah, sektor usaha, dan hubungan luar negeri,” tandasnya.

Baca Juga:  Pemkot Sukabumi Rapid Test Massal Anak Talasemia dan Eselon III

Wa Ratno kembali menegaskan, undang-undang No 1 tahun 1987 telah menyebutkan fungsi dan kegiatan KADIN yang dapat diselengarakan. Ini tentunya sebuah tantangan bagi siapapun yang terpilih menjadi ketua KADIN Garut kedepan, harus cerdik mengebolerasi potensi-potensi kedaerahan sebagai sumber daya dan peluang perekonomian bagi peningkatkan IPM Kabupaten Garut secara merata.

“KADIN Garut secara fungsi sebaiknya membuka diri mengajak para pengusaha menjadi mitra sejajar dalam mendapatkan kueh pemerataan pembangunan yang termaktub dalam Visi Misi Kabupaten Garut itu sendiri,” terangnya.

Visi dan Misi Pemkab Garut 2020

Selain memaparkan UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang KADIN, Wa Ratno juga menyampaikan Visi dan Misi Pemkab Garut tahun 2020, diantaranya, mewujudkan kualitas kehidupan masyarakat yang agamis, sehat, cerdas dan berbudaya. Mewujudkan pelayanan publik yang profesional dan amanah disertai tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan bersih.

KADIN juga bisa menjadi wadah mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan serta kemantapan infrastruktur sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan serta fungsi ruang. Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan industri pertanian serta pariwisata yang berdaya saing disertai pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Calon Jemaah Gagal Ibadah Haji 2020 Diprioritaskan Berangkat Tahun Depan

“Kegiatan KADIN Garut yang tidak sejalan dengan Visi dan Misi Pemkab Garut akan menjadi kerugian bagi pengusaha dan masyarakat Garut itu sendiri. Tata ruang Garut yang telah ditentukan pastinya menjadi acuan pembangunan bagi peningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat yang berbasiskan potensi lokal, Industri Pertanian, keparawisataan dan potensi sumber Alam,” terangnya.

Peran KADIN dan Pemkab Garut

Potensi-potensi lokal inilah yang seharusnya bisa dikemas dijadikan sumber ekonomi masyarakat. Geografis dan kultur masyarakat Kabupaten Garut sangat kaya dan luar biasa sebagai potensi ekonomi yang bisa digali. Disini peran KADIN Kabupaten Garut dan Pemkab harus menjadi kesatuan mengeksplore kekayaan menjadi nilai ekonomi tinggi.

“Sumberdaya Kabupaten Garut sangatlah luar biasa mulai dari pertambangan, panas bumi, laut, pesisir, gunung, sungai, pertanian dan lain sebagainya. Semuanya potensi yang harus dibangun, dan fungsi KADIN lah sebagai jembatan dan wadah untuk memetakan potensi tersebut melalui kajian- kajian projek strategis nasional maupun regional, berbasis tata ruang dan lingkungan Kabupaten Garut bagi kepentingan pengusaha dan investor-investor luar bersedia datang ke Garut untuk menanamkan modalnya,” beber Wa Ratno.

Baca Juga:  Kabupaten Sukabumi Ditargetkan Jadi Demplot Tambak Udang Berkelanjutan
Kesungguhan Ketua KADIN Mendatang

KADIN Kabupaten Garut tak ubahnya seperti Data ekonomi Centre dan pusat pelayanan bagi para pengusaha lokal, luar negri dan dalam negeri. Harapan kedepan Ketua KADIN Kabupaten Garut terpilih adalah putra terbaik masyarakat Garut yang bersedia dan sungguh-sungguh mencintai, ingin memperbaiki dan mensejahterakan warga Garut melalui karya nyata sebagai aplikasi pasal 33 UUD 45.

“KADIN Garut adalah wadah besar para pengusaha dan roda perekonomian Kabupaten Garut, seyogyanya ketuanya yang akan datang bersungguh-sungguh berpegang pada aturan dan hukum yang berlaku. Tidak menjadikannya menara gading para pengusaha dan berembuk bagi-bagi kue proyek pembangunan yang bersumber dari APBD dan APBN, lantas melupakan fungsi dan kegiatan berusaha secara merata dipercaturan perekonomian global dengan berbasis pada kekuatan daerah,” pungkasnya.

Dua Kandidat Calon Pemimpin Bangsa

Sementara itu, salah satu warga masyarakat Garut, Anton Heryanto mengatakan, dua kandidat calon Ketua KADIN Kabupaten Garut merupakan putra-putra terbaik daerah dan akan menjadi pemimpin bangsa dikemudian hari.

“Siapapun pemenangnya nanti, saya berharap mereka dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Garut, khususnya sektor ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (aa)

Bagikan:
Left Menu Icon