Penjelasan Menag Fachrul Razi Soal Sisipkan Bahasa Indonesia di Doa

KESATUCO. Menteri Agama Fachrul Razi meluruskan pernyataannya terkait imbauan agar menyelipkan bahasa Indonesia dalam setiap doa. Menurutnya, doa dengan bahasa Indonesia merupakan hal biasa yang dia lakukan.

Dia mengaku pernah mengatakan kepada imam-imam di kemenag bahwa pada dasarnya doa adalah meminta kepada Tuhan.

Mantan wakil panglima TNI itu menegaskan bahwa berdoa menyelipkan bahasa Indonesia itu merupakan hal biasa yang dipraktikkan dalam kesehariannya.

Baca Juga:  Ibadah Haji 2020 Batal, Jemaah Bisa Ambil Dana Haji atau Dikelola BPKH

“Kami hampir setiap doa menggabungkan kok bahasa arab dengan Indonesia. Misalnya, Ya Allah Ya Tuhan kami, pada hari ini kami berkumpul, bersilaturahmi dengan Komisi VIII Ya Allah, kan sudah biasa. Kemudian ditutup dengan doa lain misalnya rabbana atina….,” kata Fachrul saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11).

Baca Juga:  Ketua Komisi X DPR RI Kirim Bantuan APD ke RS Bayu Asih Purwakarta

Dia mengatakan sebenarnya pernyataannya agar berdoa menyelipkan bahasa Indonesia itu adalah hal biasa yang tidak perlu dipersoalkan.

“Jadi, sebenarnya biasa saja. Kalau sampai dipersoalkan, yang dipersoalkan apanya? Tetapi tidak apa-apa,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan doa pada dasarnya adalah meminta kepada Tuhan dan mengukuhkan tekad ke dalam. Dia mencontohkan, dalam berdoa biasanya menggunakan bahasa Indonesia dan Arab.

Baca Juga:  Kebijakan New Normal, Pemkot Sukabumi Siap Pulihkan Perekonomian

“Bahasa Indonesia kami ucapkan misalnya “Ya Allah Ya Tuhan kami kukuhkan persatuan kami, jangan kami berpecah belah”. Padahal di sini kami habis berantem tadi,” ujar Menag Fachrul Razi. (jn/yuz)

Bagikan:
Left Menu Icon