Pemkot Bandung Tak Segan Tutup Kembali Mal yang ‘Bandel’

KESATUCO. Hari pertama pembukaan, mal dan pusat perbelanjaan tampak sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai imbauan Pemkot Bandung

Mal kembali dibuka setelah tiga bulan tidak diizinkan beroperasi. Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang sedang menyebar di Indonesia. Kendati sudah diizinkan beroperasi dan menerapkan protokol kesehatan. Pemkot Bandung akan terus mengawasi mal dan pusat perbelanjaan.

Pemkot Bandung bahkan sudah menyebar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk disebar ke mal dan pusat perbelanjaan untuk dilakukan pengecekan harinya. “ASN sudah disebar untuk membantu pengawasannya,” kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Selasa (16/6/2020).

Pada hari pertama pembukaan, Oded sempat meninjau salah satu mal di kawasan Alun-Alun Bandung. Oded menyebut, di sana para karyawan sudah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan face shield, masker, dan sarung tangan.

Baca Juga:  Geliat Gula Aren di Tengah Pandemi COVID-19

Ia juga memastikan, jumlah pengunjung tidak melebihi 30 persen dari kapasitas gedung. “Tetap pada posisi 30 persen (dari kapasitas). Kita datang untuk memastikan dan melihat bahwa mereka (manajemen mal) ini. betul memperhatikan aspek protokol kesehatan,” ujarnya.

Oded menegaskan, para pengelola mal harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang merupakan tanggung jawab pihak pengelola. Itu juga berlaku untuk jam operasional yang hanya boleh buka dari pukul 10.00-20.00 WIB.

Lebih lanjut, Oded tidak segan akan memberikan sanksi kepada mal dan pusat perbelanjaan yang melanggar aturan. “Jika lalai menerapkan protokol kesehatan itu, hampura ku mang Oded ditutup (maaf sama mang Oded ditutup),” katanya.

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Gantung Jadi Ikon TMMD di Sukabumi
Masih Sepi

Sementara itu, General Afair Kings Shopping Center, Yoel Malikga menyampaikan, belum semua gerai dibuka. Di hari pertama pembukaan, Kings Shopping Center yang biasanya padat oleh pengunjung kini masih tampak sepi. Ini dikarenakan belum semua tenant buka.

“Memang masih terhitung landai. Untuk tenant masih bertahap. Lebih baik tutup dulu, jika memang protokol kesehatannya belum siap,” ujarnya.

Kings Shopping Center memiliki 300 gerai dan dari semuanya baru 50 persen yang kembali buka. Katanya, di sana ada sekitar 30 personel yang melakukan pengawasan.

Baca Juga:  Anak Sekda Karawang Negatif Konsumsi Sabu, Akan Dicek Darah dan Rambut

“Total yang buka hari ini 120 gerai dari 300 gerai. Untuk pengawasannya kita bentuk tim gugus harian. Termasuk petugas harian seperti Babinsa dengan Polsek setempat. Tugasnya mengontrol setiap hari,” ucapnya.

Dengan kapasitas pengunjung sekitar 40 ribu orang untuk akhir pekan dan 20 ribu di hari biasa, Yoel memastikan pembatasan pengunjung siap dilakukan. Alat sensor disediakan dan jadi patokan untuk menghitung jumlah pengunjung.

“Mekanisme pembatasan itu memasang alat sensor. Kapasitas weekday itu 20.000 dan weekend 40.000 termasuk pegawai juga,” katanya. (sab/ded)

Bagikan:
Left Menu Icon