Pemkot Bandung Minta Tempat Wisata Outdoor Perketat Protokol Kesehatan

KESATUCO. Meski sudah masuk tahap relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih belum membuka akses untuk tiga tempat wisata outdoor. Ketiganya adalah Taman Lalu Lintas, Kebun Binatang Bandung, dan Kolam Renang Karang Setra. 

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menuturkan pada PSBB proporsional tempat wisata terbuka atau outdoor sudah mulai bisa dibuka. Hanya saja, harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Karena diprediksi akan banyak didatangi pengunjung.

“Sudah mulai ada beberapa kegiatan yang dilonggarkan, terutama kegiatan-kegiatan dengan potensi penyebaran COVID-19 nya rendah dan diutamakan outdoor,” kata Yana, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Gantung Jadi Ikon TMMD di Sukabumi

Sebelumnya, Yana sudah memantau ketiga tempat wisata outdoor tersebut. Pada pantauannya, ia menyebut bahwa mereka sudah memahami perihal standarisasi protokol kesehatan. Semisal penyediaan tempat cuci tangan dan handsanitizer, mengatur tempat duduk, dan arena bermain agar berjarak dan menempatkan papan informasi mengenai COVID-19.

Hanya saja, Yana melihat belum ada kesiapan sarana dan prasarana maksimal dari pihak pengelola tempat wisata. Sehingga pengelola harus menambah beberapa komponen. Termasuk menyesuaikan kapasitas 30 persen sesuai ketentuan level kewaspadaan di Kota Bandung.

“Standar yang paling penting itu seperti tempat cuci tangan, antrean juga harus physical distancing, termasuk kalau ada pengunjung suhu tubuh di atas 37,5 derajat diharuskan ada sarana ruang isolasi,” katanya menjelaskan.

Baca Juga:  Tebang Pohon Tanpa Izin, Pemakaman Umum di Kota Depok Jadi Gersang
Standardisasi Protokol Kesehatan

Kata Yana, dia sudah berdiskusi dengan pihak pengelola perihal sejumlah rekomendasi untuk melengkapi protokol kesehatan. Apabila telah dipenuhi, nantinya tempat tersebut akan ditinjau ulang oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung.

Setelah standardisasi protokol kesehatan terpenuhi, pengelola juga harus menyelenggarakan simulasi terlebih dahulu. Kemudian, mengajukan administrasi perihal komitmen kesiapan menjaga standar tersebut kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang juga rupanya oleh Satpol PP.

Baca Juga:  Hilmi Aminudin Pendiri PKS Meninggal Setelah Terpapar Covid 19

Lebih lanjut, apabila telah layak buka, maka operasional tempat wisata tetap dilakukan bertahap. Yakni, hanya unsur rekreasi utamanya saja yang bisa muka dinikmati pengunjung.

“Jika ada wahana seperti di Taman Lalu Lintas itu setelah selesai digunakan harus langsung dibersihkan dengan cairan disinfektan. Walaupun rata-rata wahana itu sebenarnya jangan dulu, termasuk kantin, itu tahapan berikutnya,” ujarnya.

Yana meminta pengelola tempat wisata tak menganggap sepele perihal standardisasi protokol kesehatan. Pasalnya Tim Gugus Tugas COVID-19 setiap hari akan memantau dan mengevaluasi. (sab/ded)

Bagikan:
Left Menu Icon