Pemkot Bandung Minta Hotel dan Restoran Berkolaborasi

KESATUCO. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta hotel dan restoran terus berinovasi dan saling berkolaborasi. Hal itu untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.

Inovasi bisa dimulai dari peningkatan layanan, kuliner, hingga menghadirkan keunikan khas budaya.

“Saya yakin dengan inovasi dan kolaborasi hal seperti itu bisa dilakukan. Asalkan harus konsisten,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada Musyawarah Daerah XIII PHRI Jawa Barat, di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Rabu (16/1/2020) malam.

Ia mengakui, pemindahan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati Majalengka berdampak terhadap kunjungan wisatawan Ke Kota Bandung. Namun hal itu bisa teratasi dengan berbagai kegiatan kepariwisataan. Sehingga kunjungan wisatawan dapat tetap terjaga.

Tercatat di Kota Bandung ada sekitar 300 hotel baik bintang 1 sampai bintang 5, termasuk nonbintang. “Saya harap ada upaya dari para praktisi hotel dan restoran untuk membuahkan hasil yang maksimal,” ujar Yana.

Sebagai kota jasa, lanjutnya, Bandung sangat membutuhkan keberadaan hotel dan restoran. Karena keduanya sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Senada, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI Jawa Barat, Herman Muhtar menegaskan siap mendukung program pemerintah untuk memajukan pariwisata khususnya dalam hal hotel dan restoran.

“Kami bertekad memajukan PHRI sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah. Kami dituntut tidak ketinggalan dengan industri pariwisata digital. Maka itu terus mengembangkan marketing hotel dan restoran untuk lebih baik agar berpotensi maksimal,” katanya.

PHRI sebagai tulang punggung pariwisata  membantu kontribusi PAD. “Kita siap hadapi persaingan di era ini dengan kolaborasi dan menghadirkan berbagai inovasi,” ucap Herman.

Sebelumnya di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, pariwisata adalah bisnis kebahagiaan. Industri ini diciptakan untuk menarik orang berkunjung. Apalagi, Jabar memiliki panorama dan kondisi alam yang indah.

“Pariwisata itu definisinya adalah bisnis kebahagiaan. Orang mau bahagia dia mau keluar duit. Bahagia dengan shopping maka ada pariwisata shopping. Bahagianya melihat festival maka dia mau jauh-jauh datang menonton festival (misalnya) ke Rio (Brazil), ke Jember, Bandung, dan lainnya,” ucapnya.(add)

 

Bagikan:
Left Menu Icon