Pemkab Sukabumi Umumkan Dua Positif Covid 19 Berdasarkan Hasil Rapid Test

KESATUCO. Sebanyak dua pasien di Kabupaten Sukabumi dinyatakan positif covid 19. Namun, hasil positif tersebut baru berdasarkan rapid test yang dilakukan terhadap 168 orang.

“Dari 168 yang dites menggunakan rapid test, dua di antaranya positif. Sementara 144 negatif dan 22 lagi masih menunggu hasilnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid dalam konferensi pers di Posko Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19, Rabu (1/4/2020).

Hasil yang positif tersebut belum bisa dinyatakan 100 persen. Sebab, akan dilakukan tes lanjutan untuk memastikan pasien tersebut terkena covid 19.

“Ini baru positif berdasarkan hasil rapid test. Saat ini sudah mengambil sampel lanjutan untuk melihat hasil swab. Setelah hasil swab keluar baru bisa diputuskan positid covid 19 atau tidak,” ucapnya.

Pasien positif berdasarkan hasil rapid tersebut dirawat di Rumah Sakit Sekarwangi. Keadaannya saat ini cukup baik.

Baca Juga:  Ekonomi Minus, Syaikhu: Pemerintah Jangan Ngotot Bahas Omnibus Law

“Kondisi pasien ini menunjukan keadaan yang baik. Nanti kita tunggu saja hasil swabnya,” ungkapnya.

Maka dari itu, pasien yang sudah terkonfirmasi positif covid 19 masih satu orang di Kabupaten Sukabumi. Kondisi pasien positif covid 19 pun menunjukan keadaan medis yang baik.

“Kalau yang positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab masih satu orang. Pasien tersebut masih dirawat di rumah sakit dengan keadaan sudah membaik,” terangnya.

Terkait jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Sukabumi sampai saat ini sebanyak 23 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3024.

“Semua PDP, ODP, dan yang positif merupakan warga negara Indonesia. Jumlah ODP meningkat signifikan berdasarkan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam pendataan. Selain itu, meningkatkan ODP karena Sukabumi dianggap aman. Sehingga banyak yang bermudik dari wilayah zona merah. Padahal, setiap pemudik dari zona merah langsung ditetapkan ODP,” paparnya.

Baca Juga:  Perlunya Kolaborasi dan Sinergi Semua Pihak untuk Atasi Kontraksi Ekonomi Jabar

Mengenai PDP yang sudah sembuh, mereka tetap dalam pemantauan petugas kesehatan. Selain itu, mereka harus mengisolasi diri secaram mandiri selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh dan selesai perawatannya.

“Jadi PDP yang sudah sembuh pun terus dipantau kondisi kesehatannya,” terangnya.

Proses pemantauan di Kabupaten Sukabumi saat ini semakin mudah. Apalagi setelah dibentuk satgas siaga corona di semua tingkatan. Dari mulai kecamatan hingga ke RW. Satgas tersebut dibantu juga oleh Posyandu yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Dari tingkat RW sudah dibentuk siaga corona. Semua dilakukan tenaga medis bekerjasama dengan tim Muspika dan relawan yang peduli terhadap bencana covid 19,” paparnya.

Upaya lain pun sedang dipersiapkan. Terutama prediksi puncak PDP covid 19 di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Usul ke Presiden untuk Tingkatkan Rasio Tes PCR di Jabar

“Ketika ruangan untuk penanganan PDP di rumah sakit di Kabupaten Sukabumi tidak muat,kita akan mempersiapkan ruang isolasi di area asrama haji Pusbangdai. Tapi kalau rumah sakit masih bisa menampung, kita akan coba penambahan seperti 20 tempat tidur di RSUD Sekarwangi, 10 di RSUD Palabuhanratu, ditambah di rumah sakit pemerintah dan swasta lainnya,” terangnya.

Termasuk alat pelindung diri (APD) saat ini sudah terpenuhi. Apalagi dengan adanya bantuan dari masyarakat dan pemerintah.

“Dari pemerintah salah satunya lewat pergeseran anggaran untuk memenuhi kebutuhan APD,” paparnya.

Bahkan untuk sterilisasi wilayah sudah dilakukan di semua kecamatan. Termasuk ke tingkat desa dan kelurahan.

“Sekarang sudah merambah ke setiap RW, termasuk tempat tempat umum yang menjadi titik berkumpulnya orang,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
Left Menu Icon