Pemkab Cianjur Kekurangan Stok Vaksin Covid 19

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Net)

KESATUCO. Pemerintah Kabupaten Cianjur kekurangan stok vaksin covid 19. Bahkan, stok yang masih tersedia pun akan digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua.

“Stok yang ada sekarang kami amankan untuk back up dosis kedua. Persediaannya memang cukup kurang.Sebab vaksi yang tersisa tinggal 100 vial lagi,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten CianjurYusman Faisal, Sabtu (17/7/2021).

Percepatan vaksinasi yang agresif menjadi penyebab menipisnya ketersediaan vaksin di Kabupaten Cianjur. Maka dari itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mengeram dulu pemberian vaksin kepada saran baru. Hal itu hingga ada pengiriminan baru.

“Kalaupun nanti ada keterlambatan pengiriman untuk menutupi kekurangan dosis kedua, bisa saja terjadi delay. Memang tidak semua kota dan kabupaten sama pengirimannya,” ucapnya.

Menurutnya, tidak ada masalah ketika ada keterlambatan pemberian dosis ke dua. Bahkan asumsi para pakar, pemberian vaksin kedua bisa lebih dari 14 hari atau 28 hari dari pemberian vaksin dosis pertama.

“Tidak ada masalah kalau misalnya terjadi delay lebih dari 14 hari atau 28 hari untuk pemberian dosis kedua. Memang selama ini permintaan vaksin dosis pertama juga cukup tinggi, terutama dari puskesmas-puskesmas,” ungkapnya.

Di Kabupaten Cianjur sendiri cakupan vaksinasi covid-19 bagi sasaran relatif masih rendah. Bahkan cakupannya masih berkisar di angka 7,5 persen dari jumlah sasaran sekitar 2juta jiwa lebih.

“Cakupan vaksinasi di Kabupaten Cianjur lebih dari 150 ribu orang tapi di bawah 200 ribu orang. Prioritas vaksinasi masih untuk kalangan lansia dan warga berusia di atas 18 tahun, termasuk juga kalangan nakes dan pelayan publik,” terangnya

Dinkes Kabupaten Cianjur masih menunggu kelancaran distribusi dosis vaksin dari Pemprov Jabar. Sehingga target bisa menyelesaikan vaksinasi untuk mencapai herd immunity bisa tercapai.

“Sesuai target pemerintah pusat, akhir Desember nanti semua sasaran bisa divaksin,” pungkasnya.

Bagikan: