Pemkab Cianjur Bentuk Satgas Oksigen, Ini Tugasnya !

KESATUCO.Pemerintah Kabupaten Cianjur membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Oksigen, Hal itu untuk memantau ketersediaan oksigen di rumah sakit, termasuk mengatur tata kelola pendistibusiannya.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, pembentukan tim Satgas Oksigen tersebut seiring permintaan permintaan dari rumah sakit rujukan akibat pasien terkonfirmasi covid 19 yang melonjak.

“Kita mengatur distribusi ke setiap rumah sakit. Kit cek ketersediaan oksigen di setiap rumah sakit. Kalau persediaan menipis, tim Satgas ini yangn bergerak mendistribusikan ke setiap rumah sakit. Oksigennya sendiri, disimpan di gudang tersendiri di lingkungan Pendopo agar muda terpantau,” ujarnya, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, pembentukan Satgas Oksigen ini merupakan kebijakan Pemkab Cianjur. Hal itu sering tingginya permintaan oksigen saat angka kasus terkonfirmasi covid 19 melonjak.

“Mudah-mudahan dengan cara ini kita bisa lebih mengefektifkan dan mengefisienkan penyediaan oksigen,” ucapnya.

Berkaitan PPKM darurat sendiri, menurutnya ada progres yang baik. Bahkan, tidak hanya mobilitas masyarakat yang berkurang. Tren angka konfirmasi covid 10 pun menurun.

“Pada pekan pertama PPKM darurat, di Kabupaten Cianjur terjadi penambahan hampir 1.100 kasus baru konfirmasi. Masuk pekan kedua mulai terpantau turun jadi 800 an kasus,” ungkapnya

Hal tersebut menjadi salah satu indikator efektivitas PPKM darurat. Bahkan, pemerintah memastikan PPKM darurat akan diperpanjang hingga akhir Juli.

“Kita juga akan memperpanjang PPKM darurat sesuai kebijakan pemerintah pusat,” terangnya.

Menurutnya, aturan PPKM darurata tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun pada masa perpanjangan, targetnya untuk menurunkan angka kasus baru covid 19.

“Kalau pada tahap pertama PPKM darurat itu fokusnya lebih kepada menekan mobilitas masyarakat. Nah yang perpanjangan PPKM darurat lebih diarahkan mengurangi angka konfirmasi kasus baru. Tapi sebetulnya mobilitas dan kasus baru itu berkorelasi. Semakin turun mobilitas, maka kasus baru pun bisa berkurang,” bebernya.

Kunci utama keberhasilan PPKM darurat ada pada kesadaran dan disiplin masyarakat. Terutama dalam mematuhi penerapan protokol kesehatan.

“Di Kabupaten Cianjur sendiri, sejauh ini sudah mulai terpantau adanya perubahan perilaku mematuhi aturan protokol kesehatan. Terutama pemakaian masker dalam setiap aktivitas,” pungkasnya.

 

 

Bagikan: