Pemerintah Dorong Penggunaan Benih TSS saat Tanam Bawang Merah

KESATUCO. Pemerintah mendorong penggunaan benih TSS atau True Shallot Seeds. Hal itu untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas petani bawang merah.

Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan, pada seminar budidaya bawang merah dengan tema ‘Capacity Building and TSS Technology Adoption’ di PT East West Seed Indonesia (Ewindo) di Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jabar, Kamis (14/11/2019).

“Ada perbedaan yang cukup signifikan antara menggunakan benih TSS dan konvensional. Jika menggunakan benih konvesional, kebutuhan bibit per hektare mencapai 1,5 ton dengan nilai sekitar Rp 45 juta, sementara dengan TSS setiap hektarenya hanya memerlukan 5 kilogram benih dengan biaya sekitar Rp 10 juta,” kata Prihasto.

Pemerintah telah mengembangkan kawasan berbasis TSS pada 2018 seluas 199 hektare dan pada 2019 seluas 1.100 hektare tersebar di ratusan kabupaten/kota. Dengan target produksi yang berdaya saing, ramah lingkungan dan berkualitas ekspor.

“Hal ini untuk menunjang early warning system, yaitu sistem untuk menjamin ketersediaan atau stabilitas cabai dan bawang selama empat sampai lima bulan kedepan,” ujarnya.

Sementara, Managing Director PT. East West Seed Indonesia (Ewindo), Glenn Pardede mengatakan, melalui seminar perusahaannya berharap agar para petani mendapatkan pengetahuan baru mengenai teknik budidaya bawang merah TSS, yaitu tanam menggunakan benih biji bukan  benih umbi yang selama ini biasa digunakan.

“Selain menekan biaya produksi, dengan TSS akan mengurangi ketergantungan petani terhadap pemakaian umbi bibit,” ujarnya.

Seperti diketahui, selama ini ketergantungan petani terhadap umbi bibit bawang merah, membuat pemerintah harus mengimpor bibit bawang setidaknya 1.500 ton, pada tahun 2016 lalu.

Perusahaannya telah memperkenalkan TSS sejak tahun 2007 dan telah memiliki varietas-varietas benih bawang merah seperti, Lokananta dan Sanren F1.

“Pengenalan cara baru budidaya bawang merah inj merupakan sumbangsih kami dalam memacu pertumbuhan dan kemajuan bidang agro bisnis industri khususnya budidaya holtikultura di Indonesia,” demikian Glenn.(dds/add)

Bagikan:
Left Menu Icon