Pembangunan Jembatan Gantung Jadi Ikon TMMD di Sukabumi

Bupati Sukabumi saat menyerahkan Berita Acara Pelaksanaan TMMD ke 108 Kodim 0622 Sukabumi

KESATUCO. Pembangunan jembatan gantung di Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder menjadi ikon dalam TMMD ke 108 Kodim 0622 Sukabumi. Pasalnya, jembatan gantung dengan panjang panjang 40 meter menghubungkan dua kecamatan.

“ada pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kecamatan. Pembangunan jembatan itu menjadi ikon TMMD kali ini,” ujar Komandan Kodim 0622 Sukabumi Letkol Arm Suyikno dalam pembukaan TMMD ke 108 di SMAN 1 Kalibunder, Selasa (30/6/2020).

Kegiatan TMMD akan dilaksanakan selama 30 hari. Hal itu terhitung dari 30 Juni hingga 30 Juli mendatang.

Baca Juga:  Pembangunan Purwakarta Diprioritaskan pada Pelayanan Publik

“Sebelum dibuka hari ini, kita telah melaksanakan pra TMMD sejak 17 Juni lalu,” ucapnya

Dalam pelaksanaannya, kegiatan TMMD  melibatkan semua unsur di TNI. Baik darat, laut, dan udara. Termasuk semua elemen lainnya untuk memajukan daerah tertinggal.

“Kita melibatkan 150 personel. Kita ada kegiatan bersifat fisik dan non fisik,” ucapnya.

Dirinya menyebutkan TMMD bukan hanya milik TNI, namun seluruh masyarakat. Selain itu, keberadaan TNI untuk membantu pemda dalam membangun ekonomi di wilayah.

“Semoga kegiatan ini aman,  lancar serta bisa  membangun Desa Sukaluyu dengan indah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cegah Penularan di Tempat Kerja, Jabar Intens Lakukan Pelacakan dan Tes Masif

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, TMMD dapat membantu percepatan di daerah. Sehingga, hasil pembangunannya bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Terima kasih dan saya berikan penghargaan setinggi tingginya kepada Kodim 0622 Sukabumi yang menyelenggarakan TMMD di Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder. TNI masih bisa berbuat baik di tengah pandemi covid 19,” terangnya.

TMMD ini dapat memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat. Selain itu, bisa menumbuhkembangkan gotong royong di masyarakat.

“TNI harus bisa memberikan semangat kepada masyarakat Sukaluyu. Kita dorong semangat gotong royongnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Kabar Gembira, Lima Pasien Covid 19 di Purwakarta Sembuh

Pelaksanaan TMMD tersebut dapat meningkatkan sinergitas antar lintas sektoral. Selain itu, dapat membuka peningkatan berbagai sektor di daerah bagi masyarakat.

“Di  (Kalibunder) ini ada curug yang bisa diberdayakan untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Infrastrukturnya bisa dibangun,” bebernya.

Tidak hanya itu saja, peran masyarakat pun sangat diperlukan untuk pembangunan di daerah. Terutama dari segi gotong royongnya.

“Saat ini di Kabupaten Sukabumi hanya tersisa delapam desa tertinggal. Desa berkembang ada 239. Desa maju 121 dan mandiri 13. Semoga tema TMMD ini menjadi semangat mendorong dan membantu Pemda dalam pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” harapnya.

Bagikan:
Left Menu Icon