Pelatih Persib Bandung Antisipasi Kejenuhan Pemain di Program Latihan

KESATUCO. Tim pelatih Persib Bandung menggelar pertemuan untuk membahas nasib para pemain di tengah ketidakjelasan jadwal Liga 1. Salah satu poin keputusannya yakni tidak mewajibkan Supardi dan kolega mengikuti program latihan mandiri jika merasa jenuh.

Dikutip dari situs resmi Persib, Rabu (6/1/2021), para pemain sebelumnya diinstruksikan untuk menjalani latihan mandiri secara terprogram sejak Desember 2020. Namun, hingga kini tidak ada kabar soal liga membuat jajaran pelatih melonggarkan aktivitas latihan.

Baca Juga:  Wow! Biaya Pengamanan Hidup Mark Zuckerberg Tembus Rp336 Miliar

“Bukan hal yang mudah bagi mereka untuk terus berlatih, jadi kami akan sampaikan, mereka tidak harus lagi mengikuti program latihan kami, mereka bisa berlatih apapun yang ingin mereka lakukan,” ujar pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts.

Alberts sadar bahwa para pemain sudah mencapai titik jenuh saat menjalani latihan mandiri. Sebab, hasil latihan tak berarti apa-apa jika belum ada kejelasan kompetisi. Ia pun membebaskan para pemainnya untuk berlatih sesuka hatinya, tetapi tetap kondisi kebugaran.

Baca Juga:  Kisah Muncikari Cilodong Purwakarta yang Kini Hijrah Jadi Pengurus Majelis Taklim

“Kami mencapai satu kesimpulan bahwa pemain sudah kehilangan motivasi dalam berlatih, bukan hal yang mudah bagi mereka untuk terus berlatih,” kata dia.

Robert menambahkan, hanya ada satu cara untuk mengembalikan motivasi tersebut, yakni memberikan kepastian mengenai kompetisi. Karena sepak bola adalah apa yang selama ini kita cintai.

Sebelumnya, Robert menyarankan agar kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 sebaiknya dihentikan. Ia meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru untuk fokus menatap musim 2021 secara matang.

Baca Juga:  Wali Kota Cimahi non-Aktif Minta Rp3,2 Miliar untuk Perizinan RS

Beberapa pertimbangan Robert soal alasannya tersebut, pertama karena pemain asing yang pulang ke kampung halamannya akan sulit kembali ke Indonesia akibat adanya pembatasan keluar-masuk suatu negara.

Selain itu jika PSSI memaksa kompetisi digelar pada Februari sesuai rencana awal, akan membuat persiapan mepet. Tak cukup bagi tim mempersiapkan diri hanya beberapa pekan saja, sementara itu para pemain tak tampil kompetitif selama 10 bulan. (red)

Bagikan: