Pekan Depan, Warga Rawat Jalan ke RSHS Bandung Harus Reservasi Online

KESATUCO. Mulai pekan depan, warga yang akan menjalani rawat jalan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung harus reservasi terlebih dulu.

Masyarakat yang hendak berobat rawat jalan di RSHS bisa mendaftarkan diri untuk Poliklinik Rawat Jalan melalui contact center di (022) 255 1111. Bisa juga menggunakan aplikasi RSHS Go atau website resmi di reservasi.rshs.or.id.

“Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan dengan daftar online, pasien tidak usah lama mengantre di loket pendaftaran,” kata Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, M Kamaruzzaman, Kamis (30/07/2020).

Baca Juga:  Ada yang Beda dari Sidang Tahunan MPR 2020

Zaman mengimbau, kepada seluruh pengurus RSHS agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Di antaranya selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan.

Pemberlakuan reservasi di RSHS Bandung itu dalam rangka penerapan Pembatasan Kegiatan Berskala Mikro (PKBM). Hal untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan RSHS.

PKBM dilakukan di seluruh wilayah RSHS, terutama di area strategis seperti Poliklinik Rawat Jalan, Rawat Inap, Bedah Sentral, dan lain-lain. Poliklinik Rawat Jalan RSHS hanya menerima pasien yang telah daftar secara online.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah, Pemprov Jabar Gandeng IAP

Beberapa di antaranya, pasien terjadwal, pasien klinik eksekutif, kontrol post rawat inap, serta pasien klinik khusus seperti Hemodialisa, Radioterapi, Kemoterapi, Asmawati, Metadon Hemofilia, Thalasemia, TB Dots, TB MDR, Nuklir, Jiwa, dan yang terjadwal SWAB.

Selama pemberlakuan PKBM, tidak melayani pendaftaran secara offline. Hal ini diharapkan bisa membatasi pengunjung dari kerumunan.

Baca Juga:  Lomba Tebak Busana Adat yang Akan Dikenakan Presiden dan Ibu Negara di Peringatan HUT ke-75 RI, Lihat Hadiahnya

Pembatasan pengunjung di Instalasi Rawat Inap juga tetap diberlakukan. Penunggu pasien hanya dibolehkan 1 orang dan jam besuk ditiadakan sementara.

“Jumlah pasien Covid-19 semakin meningkat secara nasional maupun Provinsi Jabar. Oleh karena itu, PKBM ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah penularan. Kami harap masyarakat dapat memahaminya karena ini demi keamanan dan kebaikan kita bersama,” katanya.

Bagikan:
Left Menu Icon