Patung Diduga Peninggalan Sejarah Ditemukan di Tasikmalaya

KESATUCO. Puluhan patung ditemukan di tempat wisata Batu Mahpar Kampung Tegalmunding Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya sejak Minggu (9/2/2020). Patung dengan bentuk ganesha hingga monyet itu diduga benda peninggalan sejarah.

“Ditemukan di kedalaman 1 meter. Penggaliannya sejak Minggu 9 Februari,” ujar Nais Siti Nuraisyah, pegawai di tempat wisata tersebut saat ditemui pada Selasa (11/2/2020).

Ia mengatakan, penemuan patung bermula pada penemuan satu patung di dua tempat di kawasan tersebut. Merasa penasaran, penggalian dilanjutkan hingga akhirnya ditemukan banyak patung.

“Awalnya kami menemukan bebatuan yang sebagian terkubur tanah dan sudah lumutan. Tapi bebatuan itu seperti berbentuk sesuatu. Ketika digali ternyata memang patung,” kata Nais.

Dari penemuan pertama itu, Nais dan teman-temannya melanjutkan penggalian.

“Karena penasaran, penggalian terus dilakukan di sejumlah tempat. Ternyata banyak yang ditemukan. Termasuk yang paling menarik adalah patung ganesha,” ujar Nais.

Mencermati penemuan patung tersebut, Peneliti Balai Arkeologi Jabar Nanang Saptono belum bisa memastikan keasilan patung.

“Kami belum lihat, nanti dulu, enggak bisa langsung menilai, apakah patung peninggalan sejarah atau bukan,” katanya, saat melihat foto patung di Tasikmalaya itu.

Ia menyinggung soal patung diduga ganesha. Menurutnya, untuk mengecek keasliannya perlu telaah. Patung ganesha atau gajah identik dengan benda peninggalkan sejarah. Namun, masa peninggalan melahirkan ragam bentuk.

“Istilahnya tipe pajajaran, jadi bentuk gajahnya beda banget dengan yang ada Jateng atau Jatim. Intnya, Tidak semua gajah itu ganesha. Tapi kalau dalam kaitannya dengan arca-arca klasik memang ada. Tapi sangat jarang sekali menyerupai gajah,” katanya.

Bagikan:
Left Menu Icon