Pasien COVID-19 Melonjak, Okupansi RSHS Bandung 90 Persen

KESATUCO. Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus mengalami lonjakan. Sampai pertengahan November, okupansi keterisian tempat tidur mencapai 90 persen. 

Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum RSHS Bandung, Muhammad Kamaruzzaman menuturkan, lonjakan terjadi sejak pertengahan November. Jumlah tempat tidur yang terisi di gedung khusus perawatan pasien COVID-19, yakni gedung Kemuning, mencapai 90 persen.

“Saat ini memang terjadi lonjakan pasien COVID-19 secara signifikan di November dibandingkan Oktober. Mulai 12 November terjadi kenaikan pasien, sehingga kami harus mengevaluasi ketersediaan kapasitas tempat tidur di ruang isolasi Kemuning,” katanya di RSHS Bandung, Kamis (19/11/2020).

Ia menambahkan, meksipun saat ini ruang perawatan masih tersedia, namun pihaknya akan memproyeksikan apabila jumlah pasien terus meningkat. Empat lantai ruang Kemuning yang sebelumnya untuk penanganan penyakit menular, kini seluruhnya sudah dialihkan menjadi ruang perawatan Covid-19.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Anies Baswedan Turun Tangan Tangani Banjir Puncak Bogor

“Saat ini gedung Kemuning sudah digunakan sebagai ruang isolasi Covid-19 selain di ruang ICU dan HCU (High Care Unit),” ucapnya.

Kamaruzzaman memaparkan, jumlah pasien yang dirawat di ruang Kemuning hampir penuh terisi. “Tempat perawatan di lantai 1 kapasitas 24 tempat tidur sudah diisi 24 pasien, jadi 100 persen keterisian. Kemudian, lantai 2 dengan kapasitas 28, jumlah pasiennya ada 22. Di lantai 3, kapasitas 28 dengan jumlah pasien 28 orang,” ujarnya.

“Lalu lantai 4 yang biasanya digunakan untuk pasien negatif atau ringan tanpa gejala yang siap dipindahkan, sekarang sudah dialihkan untuk perawatan COVID-19. Awalnya kapasitas 40, tapi karena harus jaga jarak sehingga menjadi 28, dan terisi 13 pasien,” katanya menambahkan.

Baca Juga:  Dinar Candy Gelar Sayembara Cari Pacar Sewaan, Segini Bayarannya
Seleksi Pasien 

Selain itu, di ruang HCU dengan kapasitas tujuh tempat tidur, saat ini terisi enam pasien. Ruangan isolasi di gedung Kemuning yang terdiri dari empat tempat tidur telah terisi sepenuhnya. Begitu pula halnya dengan ruang IGD khusus pasien COVID-19 yang menampung sembilan pasien.

“Total semua pasien ada 97, kapasitas tempat tidur ada 119. Sehingga kapasitas (yang sudah terpakai) ada sebanyak 90 persen. Kami berharap Tidak banyak lagi pasien yang datang,” ujarnya.

Untuk menjaga ruangan tetap memadai, pihaknya akan melakukan seleksi terhadap pasien-pasien positif COVID-19 yang datang. Baik dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Sehingga, mereka dapat ditangani oleh rumah sakit lain.

Baca Juga:  Ini Janji Calon Kapolri Listyo Sigit kepada Lulusan Madrasah

“Kami mengimbau untuk masyarakat yang merasa punya gejala, jangan langsung ke RSHS tapi ke rumah sakit terdekat dulu untuk mendapat pengobatan segera,” katanya mengimbau.

Kemudian, sambungnya, agar rumah sakit tidak langsung merujuk ke RSHS, pakailah sistem Sisrute (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi). “Sehingga bisa melihat kepastian fasilitas yang ada di samping kami akan lakukan evaluasi. Dan pasien bisa ditangani segera sesuai dengan indikasi,” ucapnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memindahkan pasien COVID-19 yang telah sembuh ke pusat isolasi BPSDM Cimahi. “Sehingga, kepadatan pasien di RSHS dapat ditekan,” katanya. (sab/add)

Bagikan: