Pasar Atas Curup Semrawut, Putra Mas: Pasar Daging Tengah Dibangun

KESATUCO. Kalangan masyarakat mengeluhkan kondisi Pasar Atas Curup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan kondisi lampu penerangan jalan di wilayah Kota Curup.

Keluhan tersebut disampaikan masyarakat melalui reses anggota DPRD Rejang Lebong daerah pemilihan (Dapil) IV yang digelar Sabtu, 6 Maret 2021 di Kantor Camat Curup Tengah.

Kondisi Pasar Atas Curup saat ini dinilai cukup semrawut, di mana tak sedikit kalangan pedagang yang lapak jualannya memakan badan jalan, yang menyebabkan kemacetan saat kondisi pasar tengah ramai.

Sedangkan terkait kondisi lampu penerangan jalan di sejumlah wilayah di daerah itu juga dikeluhkan masyarakat, pasalnya sejumlah ruas jalan umum seperti di Desa Air Merah Kecamatan Curup Tengah, tidak terdapat lampu penerangan jalan, dan di sejumlah titik lain kondisinya mati.

Baca Juga:  DPR Akan Panggil Mendes PDTT soal Dugaan Jual Beli Jabatan

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Rejang Lebong dari Fraksi Partai Perindo, Putra Mas Wigoro mengatakan kondisi Pasar Atas Curup saat ini memang semrawut, hal itu dikarenakan saat ini Pasar Atas Curup tengah dilakukan pembangunan pasar daging, sehingga untuk sementara waktu para pedangan terpaksa menggelar lapak dagangannya ditepi jalan.

“Setelah pasar ini nantinya selesai dan difungsikan, mereka (pedagang,red) akan pindah menempati lokasi baru, perlahan akan tertata rapi. Untuk itu kita minta masyarakat bersabar,” kata Putra Mas kepada wartawan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siap Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Putra menjelaskan, Pasar Atas Curup saat ini sudah menjadi icon masyarakat di daerah itu, sehingga pihaknya yakin pihak eksekutif yakni Pemkab Rejang Lebong akan menata pasar tersebut sedemikian rupa.

Sementara itu, terkait dengan adanya keluhan kondisi lampu penerangan jalan sendiri, ditegaskan Putra hal itu juga menjadi konsen pihaknya selama ini untuk diperjuangkan dan sudah masuk usulan sejak tahun lalu, namun karena kondisi wabah Covid-19, tak sedikit usulan kegiatan yang ditunda.

“Usulannya sudah masuk sejak tahun lalu, namun karena kondisi Covid-19 program tersebut tertunda termasuk program lain, namun kami akan tetap berupaya mendorong dinas terkait untuk mengakomodir usulan itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Seorang IRT Nekat Gantung Diri Gegara Suami Menolak Bercinta

Disisi lain Wakil Ketua II DPRD Rejang Lebong, Edy Irawan menambahkan, usulan lampu penerangan jalan sebelumnya sudah masuk dalam rencana kerja (Renja) tahun anggaran 2020 lalu, namun kemudian rencana tersebut tertunda karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan wabah Covid-19.

“Kalau tidak salah, ada sekitar 6.500 titik lampu penerangan jalan yang bakal dipasang pada tahun 2020. Namun, karena kondisi Covid-19, program tersebut juga terpaksa tertunda, termasuk program lainnya,” bebernya.

Meski sejumlah program harus ditunda karena kondisi wabah Covid-19, pihaknya menegaskan akan tetap memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat terlebih yang sifatnya prioritas. (izk)

Bagikan: