Para Aktivis PII dan GPII yang Ditangkap Polisi Akhirnya Dibebaskan

KESATUCO. Polda Metro Jaya akhirnya membebaskan sejumlah aktivis yang ditangkap di Menteng, belum lama ini.

Kabar ini diketahui melalui unggahan video melalui akun Twitter, politisi Partai Gerindra, Habiburokhman.

“Alhamdulillah malam ini, 14 Oktober 2020 tepat pukul 23.55 WIB, teman-teman PII , GPI dan GPII yang kemarin ditangkap di Menteng bebas semua, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Ia tak mengungkapkan alasan pembebasan para aktivis tersebut. Pihak kepolisian pun belum memberikan keterangan terkait pembebasan mereka yang terlibat aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja tersebut.

Baca Juga:  Seluruh Paslon di Sukabumi Langgar Protokol Kesehatan

<Seperti diketahui, kompleks kantor Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) yang berlokasi di Jalan Menteng Raya diduga menjadi sasaran aparat kepolisian sebagai buntut aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law – Cipta Kerja pada Selasa (13/10)

Total ada 10 kader PII yang ditangkap dan telah digelandang ke Polda Metro Jaya. Mereka adalah Anja Hawari Fasya (Ketua Umum PW PII Jakarta) , Moch Syafiq Lamenele (Ketua Umum PD PII Jakut), Miqdadul Haq (Bendum PD PII Jakut), Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta), dan Lulu Bahijah Sungkar (Kastaff Adlog Koorwil Brigade PII Jakarta).

Baca Juga:  Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Roda Pemerintahan Tak Terganggu

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PII Husin Tasrik Makrup mengatakan, aksi dugaaan perusakan di markasnya terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

“Dengan dalih menyisir dan sweeping masa aksi tolak UU Ciptaker yang terlibat kerusuhan,” ujar Husin kepada wartawan di kawasan Menteng, Rabu (14/10).

Baca Juga:  Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Roda Pemerintahan Tak Terganggu

Tak lama berselang, aparat kepolisian menembakan gas air mata ke arah kantor PB PII dan PW PII Jakarta. Sontak, para pengurus yang berada di lokasi langsung mengamankan diri.

Husin mengatakan, aparat kepolisian tiba-tiba mendobrak pintu kantor sekretariat. Lantas, terjadilah aksi pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan oleh polisi.

“Tiba-tiba pintu didobrak dan terjadi pemukulan, penganiayaan, dan perusakan sekretariat PII Jakarta,” tandasnya. (din)

Bagikan: