Pandemi, Pemkab Purwakarta Berkomitmen Kembangkan Sektor Ekraf

KESATUCO. Ekonomi kreatif atau ekraf adalah suatu konsep perekonomian di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas. Ekraf mengedepankan ide dan pengetahuan sumber daya manusia. Satu di antara kabupaten di Jawa Barat yang berkomitmen mengembangkan ekraf adalah Purwakarta.

Hal ini seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata di Kabupaten Purwakarta sejak beberapa tahun terakhir. Faktor utamanya adalah kebijakan Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika yang menjadikan sektor tersebut sebagai prioritas kebijakannya.

Ekraf mempunyai beberapa manfaat bagi masyarakat dan pemerintah. Di antaranya menciptakan lapangan kerja baru, membuat masyarakat menjadi lebih kratif, dan mengurangi angka pengangguran. Termasuk juga meningkatkan inovasi di berbagai bidang dan menciptakan kompetisi bisnis yang lebih sehat.

Kasie Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bidang Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Agus Fitradhona menuturkan, hingga 2020 ini terdapat 16 subsektor ekraf. Di antaranya, sektor kuliner, kriya atau cenderamata, seni rupa dan desain grafis.

Baca Juga:  Praperadilan Tersangka Korupsi Dana Desa Salabulan Deli Serdang Ditolak

“Sejauh ini, kami terus berupaya mendorong supaya ekonomi kreatif ini terus berkembang,” ujar Agus, Selasa (17/11/2020).

Dirinya menjelaskan, di masa pandemi ini pihaknya menyadari jika para pelaku ekraf ini terkena imbas bahkan ada juga yang mengalami kelesuan. Karenanya, pemerintah turut membantu sektor ini, yakni dengan memfasilitasinya.

“Kami sudah menyiapkan bantuan. Sementara untuk 30 pelaku ekonomi kreatif. Untuk bantuannya sendiri, itu disesuaikan dengan kebutuhan dan pengajuan mereka. Misalnya, perajin A, butuh alat A, ya kita bantu,” kata Agus.

Urat Nadi Perekonomian

Sebelumnya, Bupati Purwakarta menyebutkan, ekonomi kreatif menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Sehingga harus terus didorong dan dimotivasi supaya ekonomi kreatif bisa terus berkembang.

Baca Juga:  Doni Monardo Terpapar Covid-19

“Sektor pariwisata di Purwakarta sedang berkembang. Tentunya, ini akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, para pelaku ekonomi kreatif ini harus terus disupport,” ujar Ambu Anne.

Sejauh ini, lanjut Ambu, denyut perekonomian masyarakat melalui UMKM cenderung berkembang. Bahkan, ekonomi kreatif terus bermunculan di setiap destinasi wisata. Dari mulai jenis kuliner maupun buah tangan lainnya.

“Di Purwakarta itu sudah banyak ekonomi kreatif. Bahkan, di setiap wilayah sudah terdapat produk khas,” ucapnya.

Menurut Ambu Anne, hingga 2021 mendatang dirinya fokus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan industri mandiri yang berwawasan lingkungan. Adapun upaya pemerintah sendiri, membangun sektor pariwisata unggulan. Tentunya, hal itu harus didorong juga dengan infrastrukturnya yang memadai.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Dalam hal ini, Anne pun telah memproyeksikan supaya ke depan wilayahnya menjadi salah satu pusat buah tangan atau oleh-oleh. Pihaknya juga akan memperbanyak sentra UMKM, baik itu jenis makanan, cenderamata atau ekraf lainnya.

Terkait pemasarannya, saat ini pemerintah telah membantu menyiapkan otlet-otlet khusus. Salah satu bentuknya, berupa Galeri Menong yang disiapkan untuk menjajakan produk UMKM hasil buah tangan masyarakat.

“Galeri Menong, menjadi sentra oleh-oleh khas Purwakarta. Jadi, nanti wisatawan atau pengunjung tak perlu bingung kalau nyari oleh-oleh. Datang saja ke Galeri Menong,” ucap Ambu Anne. (ADV/ADD)

Bagikan: