Pandemi Belum Berakhir, Ade Barkah: Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

KESATUCO. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ade Barkah Surahman mengatakan, dunia masih dilanda pandemi Virus Corona atau Covid-19. Pembatasan sosial pun dilakukan di banyak negara untuk meminimalisir penyebarannya.

Ia berharap masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan yang selama ini diterapkan pemerintah. Menurut Ade Barkah, cara itu dianggap paling jitu menghindari virus yang telah memakan korban jiwa tersebut.

“Pandemi belum berakhir, Covid-19 masih menjadi ancaman serius. Kita berharap semua pihak menerapkan protokol kesehatan,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Baca Juga:  Presiden Sampaikan Belasungkawa Atas Bencana di Sulawesi Barat dan Jabar

Masih menurut Ade Barkah, hingga saat ini korban jiwa akibat Covid-19 masih terjadi di banyak daerah di Indonesia. Peran masyarakat dianggap sangat penting untuk menekan korban.

Sebelumnya, dalam mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir Desember 2020, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemkab/pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah.

Baca Juga:  Idham Azis Ajak Jajarannya Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

“Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir di bulan Desember,” kata Ridwan usai rapat bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (12/11/2020).

Emil, panggilan Ridwan Kamil mengungkapkan, kasus positif Covid-19 di Jabar dua minggu pascalibur panjang Maulid Nabi saw 28 Oktober hingga 1 November 2020 mengalami kenaikan tapi tidak setinggi libur panjang Agustus 2020.

Baca Juga:  Kalsel Dilanda Banjir, Presiden Perintahkan Segera Kirim Bantuan

“Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” katanya.

Menurut Emil, kenaikan kasus setelah libur logis sebagai konsekuensi aktivitas warga. Namun, menurutnya, yang patut disyukuri, terjadi penurunan tren. (red)

Bagikan: