Oknum Wartawan di Purwakarta Peras Pengelola Gas Elpiji 3 Kg

KESATUCO. Sekelompok oknum wartawan mendatangi pengelola elpiji 3 kilogram di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Selasa (30/6/2020).

Dari informasi dihimpun, kejadian yang berlangsung belum lama ini, sekelompok orang datang mengenakan baju bertuliskan Police memaksa meminta uang sebesar Rp 300 ribu kepada pengelola elpiji.

Parahnya, mereka berdalih uang tersebut dipergunakan untuk sumbangan acara halal bi halal kantor kepolisian di Purwakarta.

Jika tidak memberikan, mereka mengancam akan melaporkan penyaluran gas melon yang selama ini dituding tidak tepat sasaran.

Baca Juga:  Pelajar SMP di Tasikmalaya Laporkan Penyebar Foto Bugil Ibunya

“Karena saya gak punya uang, saya kasih saja Rp 100 ribu Awalnya mereka tidak mau, minta Rp 300 ribu, sambil memberikan saya kwitansi. Setelah saya kasih mereka langsung pergi,”ujar Soni, pengelola pangkalan elpiji 3 kilogram di wilayah Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Selasa (30/6/2020).

Ia mengatakan, para oknum wartawan itu mengistilahkan pimpinannya dengan sebutan kanit, layaknya seorang kepala unit anggota kepolisian.

Baca Juga:  Biadab! Ayah di Sukabumi Merudapaksa Anaknya yang Masih di Bawah Umur

Bahkan, mereka juga bersikap layaknya penegak hukum dari cara bicara dan bertingkah laku, selain mengaku Buser.

“Tiba-tiba saja datang dan menginterogasi, yang interogasi itu katanya kanit-nya. Mereka memanggilnya kanit, gitu. Kemudian ujung-ujungnya minta sumbangan. Katanya, sumbangan itu wajib untuk acara halal bi halal di kantor polisi. Ada tiga orang datang ke saya sisanya nunggu di mobil. Ya, mereka ngakunya dari Buser, mengenakan baju bertuliskan police. Tapi mereka juga mengaku wartawan. Saya juga gak ngerti tuh,” tambah Soni.

Baca Juga:  Ayah Tega Merudapaksa Anaknya di Sukabumi Gegara Sering Berfantasi

Terpisah, Paur Humas Polres Purwakarta, Ipda Tini Yutini menegaskan tidak ada kegiatan halal bi halal di wilayah Polres Purwakarta.

Jikapun ada pihaknya tidak mungkin meminta sumbangan kepada masyarakat.

“Tidak, tidak ada, kemarin HUT Bhayangkara juga dilakukan secara virtual. Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum itu,” ujarnya. (Rhu)

Bagikan: