Noka Hadirkan Kelezatan Kuliner Khas Kerinci

KESATUCO. Penasaran dengan menu khas Kabupaten Kerinci, Jambi? Bisa mampir ke Noka Kitchen & Coffee yang menyajikan ragam menu dari daerah berjuluk sekepal tanah dari surga ini.

Identik dengan wisata gunungnya, Kabupaten Kerinci rupanya menyimpan banyak kuliner kaya rempah. Kali ini, Noka Coffee & Kitchen menghadirkan empat menu kuliner khas Kerinci berbahan dasar cumi dan ayam.

Menu-menu ini adalah Ayam Bawel, Ayam Nyinyir sambal Kerinci, Dartol (Dadar Pentol), dan Cumi Nyinyir sambal Kerinci.

Chef Noka Coffee & Kitchen Utami Putri Sriwahyuni mengatakan, menu yang ada di kedainya berdasarkan resep turun temurun keluarga. Utami sengaja menggunakan resep rahasia keluarganya dalam menu yang ditawarkan. Misinya, memperkenalkan kuliner Kerinci ke masyarakat luas.

“Semua resep di sini pakai menu turun temurun. Karena aku sendiri punya restoran keluarga di Kerinci. Apalagi menu Kerinci ini kuat di bumbunya,” kata Utami di Noka Coffee & Kitchen Jalan Bali, Kita Bandung, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga:  Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Roda Pemerintahan Tak Terganggu

Dengan konsep menu rumahan, Utami mencoba membuat kuliner khas tanah kelahirannya bisa diterima lidah masyarakat di luar daerahnya. Seperti ayam bawel, yang mana terinspirasi dari menu diet. Menu ini sengaja menggunakan dada ayam yang dimasak rendah minyak.

Menu ini menggabungkan cita rasa yang beragam, mulai dari manis, pedas, dan asam. “Saya mau buat menu diet tapi tetap bisa dimakan dan sehat. Menu ini banyak manfaat karena menggunakan rempah dan minyak yang sedikit,” ujarnya.

Dibikin Pedas

Adapun menu ayam nyinyir terbuat dari dada ayam yang dimasak langsung bersama bawang merah, bawang putih, cabai, dan beberapa bumbu lain. “Semua bumbu itu langsung digoreng bareng. Dan, supaya nggak enek saat dimakan, ya kita bikin pedas,” kata Utami.

Utami mengungkapkan, menu andalan dari Noka Coffee & Kitchen adalah Dartol atau Dadar Pentol. Menu ini berbahan dasar telur dan bakso, yang dipadukan dengan nasi khas yang dimasak ala masyarakat Kerinci.

Baca Juga:  Seluruh Paslon di Sukabumi Langgar Protokol Kesehatan

“Menu itu andalan kita. Nasinya juga dimasak ala nasi Nyuyang. Kalau di Kerinci, Nyuyang itu artinya nenek buyut. Cara masaknya adalah nasi digoreng biasa lalu digabung dengan berbagai macam rempah khas. Nah, nasi ini kita campur dengan bakso dan telur dadar. Tapi prosesnya digoreng gak pakai minyak,” katanya menerangkan.

Kemudian, ada Cumi Nyinyir sambal Kerinci yang berhasil menggeser kepopuleran menu Dartol. Katanya, cumi di sini terasa sangat berbeda karena proses memasaknya yang teliti. Menggunakan cumi asin, pembeli tidak akan menyangka kalau itu cumi asin, karena mereka memprosesnya dari awal dengan sangat cermat.

Utami mengungkapkan, semua orang bisa mengolah cumi dengan baik, tapi tidak semua bisa membersihkan cumi dengan benar-benar bersih. Cumi Nyinyir sambal Kerinci bercita rasa pedas yang cukup menghentak lidah. Cumi asin yang sudah dibersihkan, dimasak bareng dengan rempah-rempah dan cabai hijau. Teknik memasak seperti ini menghasilkan tekstur cumi yang tetap kenyal.

Baca Juga:  Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Roda Pemerintahan Tak Terganggu

Lebih lanjut, yang spesial dari menu cumi ini adalah dia menggunakan air kelapa muda sebagai air rendaman cumi asin sebelum dimasak. Asin cumi yang sudah direndam kemudian dimarinasi dengan bumbu khas Kerinci.

“Proses pembersihan cuminya juga teliti karena ngolah cumi asin itu gampang-gampang susah. Nasinya juga nasi pandan, kita balut sama daun pisang agar ada kerasa wangi. Rempah khas Kerinci juga ada, apalagi rempah-rempah khas Kerinci itu sereh,” ucapnya.

Buat yang penasaran dengan makanan-makanan itu, harga dibanderol sangat terjangkau. Untuk menu Dartol diharga Rp22 ribu, Ayam Nyinyir sambal Kerinci Rp25 ribu, dan Cumi Nyinyir sambal Kerinci Rp30 ribu. (sab/ded)

Bagikan: