Ngamuk dan Teriak Kafir, Pemobil di Makassar Tabrak Puluhan Sepeda Motor

KESATUCO. Seorang pemobil asal Jeneponto, Baharuddin, nekat tabrak puluhan pengendara sepeda motor di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat menabrak, Baharuddin terdengar berteriak kafir ke arah para pemotor yang ditabraknya itu.

Atas perbuatannya itu, warga pun terpancing. Baharuddin pun diamuk massa setelah berusaha melarikan diri.

Aksi nekat Baharuddin berawal saat dirinya mengendarai mobil di Jl Urip Sumoharjo pada Selasa 25 Februari 2020 sekitar pukul 19.30 Wita. Di dalam mobil tersebut juga ada istrinya, Fatimah, dan anaknya yang masih balita.

Entah mengapa, Baharuddin lalu tabrak puluhan pengendara motor, tepatnya di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, hingga dekat Pos Lantas Tallo.

Usai melakukan aksi nekat dan nyeleneh itu, dirinya lalu kabur hingga akhirnya dikejar dan dihakimi massa. Akibatnya, Baharuddin menderita sejumlah luka, mobil yang dikendarainya pun rusak parah, terutama pada bagian kaca mobil.

Dirinya pun kemudian dibawa ke Polsek Panakkukang, Jl Pengayoman, Makassar untuk dimintai keterangan.

Dari puluhan pengendara motor yang menjadi korban, sembilan orang di antaranya menjalani rawat inap.

“Dari data yang kami daftar di sini 9 (orang),” ujar Kasubag Pelayanan Jasa Raharja Sulawesi Selatan, Gunawan kepada wartawan di RS Ibnu Sina, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (26/2/2020) dini hari.

9 Korban Rawat Inap di RS Ibnu Sina

Gunawan mengatakan para korban memang terkonsentrasi di RS Ibnu Sina. “Anggota saya mampir di RS Unhas, Wahidin, saya singgah di RS Awal Bross, saya cek di IGD nggak ada semua. Ternyata memang korban terkonsentrasi di RS Ibnu Sina,” kata Gunawan.

Dari sembilan orang korban yang dirawat inap, kata Gunawan, didominasi oleh pemotor wanita. Sementara seorang di antaranya merupakan balita.

“Ada satu masih diobservasi karena merasa sesak, dicurigai kayak patah (tulang), tapi hasil observasi yang menentukan,” kata Gunawan.

Baharuddin disebut polisi pernah dirawat psikiater. Saat ini dirinya dirawat di RS Bhayangkara Polda Sulsel.

“Informasi keluarganya, dia itu sudah tiga tahun menjalani pengobatan di psikiater,” ujar Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman.

Disebutkan Jamal, dalam perjalanan tersebut, Baharuddin sebenarnya membawa seorang sopir. “Dia tadi perjalanan dari Jeneponto sudah mengamuk memang. Terus di flyover dia menyuruh turun sopir dan anaknya,” ujarnya.

Selain itu, kata Jamal, Baharuddin mengambil alih kemudi mobilnya dan berkendara sambil marah-marah. “Dia membawa mobil dengan mengamuk-ngamuk, memukul setir, dashboard, terus kejadianlah (menabrak puluhan pengendara),” kata Jamal.

Baharuddin juga disebut berteriak ‘kafir’ saat menabrak puluhan pengendara motor.

“(Semua yang ditabrak) dibilangi ‘kafir’ menurut keterangan istrinya. Termasuk istrinya sendiri diancam,” ujar Kepala SPKT III Polsek Panakkukang Ipda Ambo Tang.

Sejumlah kerabat Baharuddin sempat menyusul ke Polsek Panakkukang untuk menemui Baharuddin yang diamuk massa. Salah seorang keluarga wanita mengaku Baharuddin memang memiliki sejumlah kelainan.

“Memang ada kelainan sedikit itu, Pak. Saya keluarganya, saudara ka dengan istrinya,” ujar seorang wanita yang mengaku keluarga Baharuddin.(add)

Bagikan:
Left Menu Icon