New Normal Covid 19 Harus Dijalankan Dengan Hati-hati

KESATUCO. New Normal diberlakukan pada tanggal 1 juni 2020 di 12 daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pada penerapannya harus memiliki kriteria-kriteria.

Hal itu dikatakan Guru Besar serta pengamat Komunikasi Politik Univesitas Pendidikan Indonesia (UPI), Profesor Karim Suryadi. Ia mengatakan, tingkat penyebaran covid-19 masih tinggi, meskipun di beberapa daerah sudah berkurang.

“Jadi sebelum new normal ini benar-benar diberlakukan maka periksalah syarat-syaratnya. Pemberlakuan new normal ini sudah terpenuhi atau belum. Kalau jawab sudah, apakah kondisi transisi yang menjadi syarat dari WHO sudah dijalankan atau belum,” ujarnya, Senin (1/6).

Baca Juga:  Hilmi Aminudin Pendiri PKS Meninggal Setelah Terpapar Covid 19

Ia menambahkan, syarat terpenting adalah tidak terjadi penambahan kasus atau penyebaran kasus itu bisa dikendalikan. Artinya penyebaran kasus di bawah angka satu itu terkendali serta tidak terjadi kematian di beberapa hari terakhir dan jumlah resiko menurun.

Baca Juga:  Minimarket di Ujungberung Dijebol Maling, 30 Slip Rokok Diembat

“Nah setelah syarat terpenting terpenuhi, WHO memberikan pedoman transisi, diantaranya yaitu, pemerintah memastikan bahwa penyebaran sudah dikendalikan. Ketersediaan fasilitas kesehatan, menjamin lokasi dan rentan (kelompok usia renta, sekolah, dll),” ucapnya.

Karim Suryadi, mengatakan, masyarakat akan siap dengan sendirinya, begitu secara psikologis siap. Kesiapan itu bisa tumbuh jika pendemi menurun.

“Kita sudah pernah melakukan new normal, seperti merangkak dulu baru bisa berjalan. Nah kemampuan merangkak kemudian berjalan itu new normal. Hanya saja kita tidak menyadari bahwa itu new normal,” ucapnya.

Baca Juga:  Mengantar Penumpang, Ojol Harus Kantongi Surat Bebas COVID-19

Menurutnya, pemerintah perlu hati-hati dan jangan tergesa-gesa dalam menerapkan new normal. Pemerintah juga harus memerhatikan syarat-syarat melaksanakan new normal

“Toh masyarakat akan mengapresiasi kepada pengambil kebijakan yang hati-hati dan jujur, meskipun lambat tapi diyakini mendatangkan kebajikan,” tandasnya.

Bagikan:
Left Menu Icon