Mulai 11 Januari Ada Pembatasan Kegiatan di Jawa Bali, Ini yang Dibatasi

KESATUCO. Pemerintah menerapkan pengetatan protokol kesehatan dengan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari. Langkah ini diambil seiring dengan terus meningkatkan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah tersebut.

“Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di provinsi Jawa Bali, karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi empat parameter yang ditetapkan,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2020).

Baca Juga:  BPJAMSOSTEK Siap Hadapi Tantangan Pengelolaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Parameter tersebut yaitu tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau 3 persen, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu 82 persen. Kemudian tingkat kasus aktif di bawah kasus aktif nasional yaitu 14 persen, dan tingkat okupansi rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen.

Baca Juga:  Polres Bogor Tembak Residivis Spesialis Curanmor

Adapun penerapan pembatasan yang diatur meliputi pembatasan tempat kerja dengan work from home (WFH) sebesar 75 persen dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Untuk sektor esensial dan kebutuhan masyarakat diizinkan tetap dapat beroperasi namun dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pembatasan selanjutnya adalah melakukan pembatasan jam buka di pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 WIB. Di restoran, makan minum di tempat maskimal diisi hanya 25 persen dari kapasitas. Meski begitu pemesanan melalui take away tetap diizinkan. Untuk tempat ibadah, tetap diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Baca Juga:  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka

“Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. Kemudian kapasitas dan moda transportasi diatur kemudian jam operasionalnya,” kata Airlangga. (red)

Bagikan: