Menyangkut Nyawa Manusia, Pjs Bupati Sukabumi : Tak Ada Tawar Menawar Dalam Penerapan Prokes

Pjs Bupati Sukabumi R.Gani Muhamad

KESATUCO. Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad tegaskan tak ada tawar menawar dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes). Apalagi hal itu menyangkut nyawa manusia.

“Tak ada yang bermain main dengan hal ini,” ujarnya usai Rakor bersama Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Sukabumi, MUI,dan Kemenag setempat di Pendopo, Selasa (10/11/2020).

Hal tersebut termasuk di lingkungan pesantren. Makanya, pemda akan meningkatkan pengawasan. Terutama dalam sistem pembelajaran tatap muka di pesantren.

Baca Juga:  Kasus Prokes Waterboom Lippo Cikarang, Dua Orang Jadi Tersangka

“Kita akan sidak untuk mendapatkan fakta yang konkrit di lapangan. Ketika ada termuan di lapangan pesantren yang abai terhadap protokol kesehatan, akan kami tindak,” ucapnya.

Penindakan sendiri akan dilakukan dari yang ringan hingga berat. Mulai dari teguran hingga penutupan kegiatan belajar.

Baca Juga:  Ustaz Yusuf Mansur Sebut Syekh Ali Jaber Sudah Negatif Corona

“Kita akan tindak tegas,” ungkapnya.

Selain itu, Pemda akan menginventarisir dan mengecek kembali sarana prasarana protokol kesehatan di pesantren. Baik itu pesantren salafiyah maupun khalafiyah.

“Inventarisir dan pengecekan itu sangat penting. Khususnya untuk mengetahui seberapa banyak pesantren yang menerapkan saran dan prasarana protokol kesehatan,” terangnya.

Maka dari itu, rakor tersebut lebih membahas penyecegahan penyebaran covid 19 di tingkat pesantren. Hal itu berkaca dari kasus penyebaran covid 19 yang tinggi di Pondok Pesantren Al Bayan.

Baca Juga:  Ustaz Yusuf Mansur Sebut Syekh Ali Jaber Sudah Negatif Corona

“Al Bayan yang penerapan protokol kesehatannya sangat ketat, ternyata santrinya bisa terkena covid 19 akibat kesalahan kecil. Makanya kita undangan semua stakeholder untuk menyamakan persepsi dalam pencegahan covid 19 di pesantren. Termasuk penerapan protokol kesehatan secara konsisten,” pungkasnya.

Bagikan: