Menjadi Muslim di Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok - Kesatu.co

Menjadi Muslim di Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok

“Dan dirikanlah Sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”-Q.S. Al Baqarah Ayat 43-

Seorang manusia sejati adalah manusia yang selalu bersandar kepada yang tidak bersandar dan bergantung kepada yang tidak bergantung, yaitu Tuhan YME. Manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Dalam berkehidupan, manusia pasti akan selalu menemui kesulitan, namun Tuhan YME selalu menjanjikan akan ada kemudahan setelahnya. Untuk itu, manusia hendaklah menjadi seorang yang bertakwa (patuh) kepada aturan-aturan Sang-Khaliq.

Seorang muslim sejati hendaknya selalu menjalankan perintah Allah SWT. Salah satunya dengan selalu mendirikan sholat dimanapun berada. Sholat adalah kebutuhan yang dilakukan manusia muslim sebagai bentuk ketakwaan.
Kewajiban lain dari seorang muslim adalah menuntut ilmu. Sebuah hadits mengatakan “Menuntut ilmu wajib bagi muslim dan muslimat” -Hadits Shahih Li Ghairihi, Ibnu Majah, No. 224- .

Menuntut ilmu disini tentutnya bisa dalam bentuk apapun, apakah belajar, berguru, mendengar ceramah, membaca, ataupun bersekolah hingga berkuliah. Bersekolah ataupun berkuliah pun banyak pilihan, apakah tetap di Indonesia ataukah memilih untuk belajar di luar negeri, mempelajari ilmu pengetahuan di negara orang lain, sembari mempelajari kehidupan sosial dan hal-hal positif yang dilihat dari negara lain, baik dari segi pembangunan fisik, kemajuan teknologi, maupun sifat-sikap warga negara lain. Dalam Kitab Suci Al-Qur’an pun disebutkan setelah menunaikan sholat agar kita bertebaran di muka bumi untuk mempelajari ayat-ayat Allah dan memperoleh karunia-Nya : “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”- Q.S. Al-Jumu’ah Ayat 10-

Dari prolog diatas, maka ketika memilih berkuliah atau menuntut ilmu di luar negeri, tidak melupakan kebutuhan untuk beribadah, bermunajat kepada Allah SWT, lebih khusus lagi mendirikan Sholat.

Kota Tianjin

Nama Tianjin pertama kali disebut pada awal Tahun Yongle pada Dinasti Ming. Kemudian, sebagai titik strategis, Tianjin mulai membangun tembok dan pertahanan kota dan kemudian disebut “Tianjinwei”. Pada tahun 1860, Tianjin menjadi pelabuhan perdagangan dan kota industri dan komersial terbesar kedua serta pusat keuangan, perdagangan, dan perdagangan terbesar di utara. Kota ini berjarak 137 kilometer sebelah tenggara Ibukota Beijing, terletak di 39º8 ‘Utara dan 117º2’ Timur, luasnya mencapain 11.917 kilometer2, kota ini berbatasan dengan Laut Bohai di timur. Tianjin adalah salah satu dari tiga kota di Cina yang berada langsung di bawah Pemerintah Pusat. Tianjin memiliki 18 kabupaten, termasuk 6 kabupaten pusat kota, 4 kabupaten kota, 3 kabupaten pantai dan 5 kabupaten.

Tianjin memiliki jumlah penduduk sebesar 13.396.402 orang penduduk. Kota ini memiliki iklim monsun kontinental sub-lembab. Karena dipengaruhi oleh laut dan lautan di musim panas dan benua di musim dingin, suhu rata-rata dalam setahun adalah 11,1 ℃ -12,0 ℃. Bulan terdingin adalah Januari, dengan suhu rata-rata kurang dari -4 ℃; bulan terpanas adalah Juli, dengan suhu rata-rata sekitar 26 ℃.

Pada tahun 2014, Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Jokowidodo pernah “blusukan” mengunjungi kota ini. Untuk menuju Tianjin, Presiden yang juga disertai oleh Ibu Iriana Joko Widodo dari Kota Beijing memilih menggunakan kereta cepat Tianjin-Beijing. Kereta cepat ini menghubungkan dua kota yang berjarak sekitar 117 kilometer itu dengan waktu tempuh hanya 30 menit. Presiden menyampaikan kekagumannya pada tata kota Tianjin, yang bersih dan indah karena banyak memiliki taman kota. Jokowi menilai Tianjin sebagai kota yang tumbuh pesat sekali karena ditunjang oleh industri, pelabuhan, pembangkit tenaga listrik, infrastruktur, transportasi, dan lain-lain. Presiden Jokowi juga melakukan peninjauan di kantor pelayanan Pelabuhan Tianjin, bahkan dermaga kontainer. Ia secara langsung menanyakan kapasitas pelabuhan dan hitung-hitungan ekonomi operasional bandara tersebut.

Pelabuhan Tianjin juga merupakan pelabuhan terbesar di kawasan utara Tiongkok dan merupakan pintu akses maritim terpenting bagi Beijing. Dengan luas daratan 121 km persegi, pelabuhan Tianjin adalah man-made port terbesar di Tiongkok. Pada tahun 2013, pelabuhan Tianjin menangani kargo sejumlah 500 ton dan kontainer sebanyak 13 juta TEU. Hal tersebut menjadikannya sebagai pelabuhan keempat yang terbesar di dunia dalam hal aktivitas dan kesembilan terbesar di dunia untuk pelabuhan kontainer. Pelabuhan Tianjin menghubungkan Tiongkok dengan lebih dari 600 pelabuhan di 180 negara di dunia.

Selain blusukan di pelabuhan, Presiden Jokowi juga blusukan melihat integrasi antara fasilitas pembangkit listrik, pemurnian air laut, dan pembuatan garam di Tianjin Beijing Power Plant.
Tianjin Beijing Power Plant merupakan pembangkit listrik bertenaga batu bara dengan kapasitas 2.000 megawatt. Pembangkit listrik tersebut dibuka pada 2009, dan berlokasi di Subdistrik Hangu, Binhai New Area. Pembangkit listrik itu merupakan salah satu sumber tenaga bagi Tianjin, terutama kawasan Binhai New Area.

Muslim di Kota Tianjin

Sepuluh provinsi dengan populasi Muslim terbesar di Cina adalah Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, Daerah Otonomi Ningxia Hui, Provinsi Qinghai, Provinsi Gansu, Provinsi Yunnan, Tianjin, Beijing, Provinsi Henan, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, dan Provinsi Hebei. Kota Tianjin memiliki 200.000 penduduk pemeluk Islam.

Pemerintah sangat mendukung muslim di Tianjin. Beberapa bentuk dukungan pemerintah adalah mendukung aktivitas ibadah sehari-hari, mendukung muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi dengan membantu mengatur pesawat keberangkatan, hotel, serta selama perjalanan disana, bentuk kepedulian lain pemerintah yaitu memberikan dukungan dan kepedulian terhadap keluarga-keluarga miskin, berupa memberikan bantuan untuk menyewa tempat tinggal, makan, dan kebutuhan sehari-hari.

Masjid-Masjid di Kota Tianjin

Kota Tianjin memiliki 57 masjid. Pembangunan serta renovasi (perbaikan) masjid ini didukung oleh pemerintah. Misalkan, pembangunan Masjid Xiguan, Distrik Jinnan, Tianjin, pemerintah memberikan biaya sebesar 27 Juta RMB atau sebesar 54 Milliar Rupiah.

Contoh yang lain adalah pembangunan Masjid Xiningroad yang berada di tengah-tengah Kota Tianjin dekat pusat perbelanjaan Binjiang Dao. Masjid 2 lantai ini dibangun 30 tahun yang lalu dengan menghabiskan biaya 4.5 Juta RMB atau sebesar 9 Milliar Rupiah.

Pengalaman Beribadah di Kota Tianjin

Kesempatan untuk bisa mengikuti kegiatan belajar di Tianjin University, Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok merupakan kesempatan yang langka yang patut disyukuri kepada Tuhan YME. Ilmu pengetahuan, berbahasa, serta budaya kerja dan belajar menjadi tantangan untuk diserap dan mampu diadaptasi dengan baik.

Tentunya ini semua demi aset yang tidak dapat dihitung (intangible asset) untuk diri pribadi maupun untuk Bangsa Indonesia (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dimasa depan, menuju Indonesia maju. Ikhtiar fii sabiilillaah dalam menuntut ilmu ini juga patut disyukuri tidak mengalami kesulitan dan hambatan dalam menjalankan ibadah rutin sebagai umat Islam, yaitu mendirikan sholat. Untuk menunaikan ibadah sholat, diperkenankan menunaikan di kamar masing-masing di gedung asrama. Memang hanya tempat solat di gedung perkuliahan (musholla) saja yang tidak tersedia, hal ini patut dimaklumi mengingat muslim adalah minoritas disini. Secara pasti tidak ada larangan untuk menunaikan ibadah sholat. Ketika Hari Jumat tiba, hari dimana Muslim laki-laki diwajibkan menunaikan ibadah Sholat Jumat berjamaah, ada 2 pililihan Masjid terdekat kampus, yaitu Masjid Xiningroad atau Masjid Haiguanxi. Untuk menuju Masjid Xiningroad dapat ditempuh menggunakan sepeda yang dapat disewa secara digital menggunakan aplikasi dihandphone, menggunakan sepeda memerlukan waktu 20-30 menit, atau menggunakan bus dari Halte Qilitai dengan bus nomor 643, dan turun di Halte Binjiang Dao. Masjid ini berada dekat pusat perbelanjaan Binjiang Dao.

Menggunakan bus memerlukan waktu 10-15 menit. Untuk menuju Masjid Haiguanxi dapat ditempuh menggunakan sepeda yang dapat disewa secara digital menggunakan aplikasi dihandphone, menggunakan sepeda memerlukan waktu 25-35 menit, atau menggunakan bus dari Halte Qilitai dengan bus nomor 12, dan turun di Halte Carrefour. Masjid ini berada dekat Hypermarket Carrefour. Menggunakan bus memerlukan waktu 15-20 menit.

Ketika datang ke Masjid tersebut dihari Jumat, semua terlihat dan berjalan normal seperti yang dilakukan di Indonesia. Tidak ada penjagaan dan pemeriksaan sama sekali. Semua berjalan normal, datang ke Masjid, menuju toilet dan tempat wudhu, setelah itu masuk ke dalam Masjid menunaikan rukun Sholat Jumat. Setelah selesai, berdoa bersama lalu bersilaturahim satu sama lain bertemu dan bertatap muka serta berbincang dengan pemeluk Islam yang lain, dari negara Tiongkok ataupun negara lain.

Peribadatan ini semua dilindungi dan dijamin oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Hak untuk kebebasan keyakinan agama dijamin oleh Konstitusi Cina. Pasal 36 dari Konstitusi Republik Rakyat Tiongkok menyatakan: “warga Republik Rakyat Tiongkok akan memiliki kebebasan beragama. Ini juga menyatakan: “negara melindungi kegiatan keagamaan yang normal. “Tidak ada organ negara, organisasi sosial atau orang yang dapat memaksa warga untuk percaya atau tidak percaya pada agama, juga tidak dapat mereka diskriminasi terhadap warga negara yang percaya pada agama atau warga negara yang tidak percaya pada agama.”  “Tidak ada yang akan menggunakan agama untuk melaksanakan kegiatan yang merusak tatanan sosial, mengganggu kesehatan warga atau mengganggu sistem pendidikan negara.” “Kelompok keagamaan dan urusan keagamaan tidak tunduk pada pengaruh asing. “Ketentuan ini memberikan dasar konstitusional bagi negara untuk menjamin hak untuk kebebasan keyakinan agama, untuk melaksanakan urusan keagamaan sesuai dengan hukum, dan untuk membangun hubungan keagamaan yang positif dan sehat.

Oleh: Achyar Al Rasyid*

*Penulis merupakan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Hubungan Internasional Periode 2018-2020, Kandidat Ph.D. Urban Planning, Tianjin University, Republik Rakyat Tiongkok

Bagikan:
Left Menu Icon