Menghina Guru dengan Ungkapan Makan Gaji Buta, Begini Akhir Cerita Warga Subang yang Sempat Diburu Pengurus PGRI

KESATUCO. Suhendi alias Debrong Suhendi terpaksa harus berurusan dengan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Subang. Hal ini menyusul postingannya di media sosial Facebook yang dianggap menghina guru.

Beruntung, kasus ini tak berujung di jalur hukum. Para pengurus PGRI memilih memaafkan pelaku dengan catatan pelaku tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Baca Juga:  Kantor PDIP Cianjur Dilempar Bom Molotov, Polisi Olah TKP

Di hadapan pengurus PGRI Kabupaten Subang dan Kepala Desa, warga Desa Padamulya Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang ini menyatakan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tulisan di atas kertas bermaterai.

Baca Juga:  Usulan Jabar Gandeng Swasta dalam Testing PCR Disambut Baik Satgas

“Dengan ini saya menyatakan beribu-beribu maaf kepada para guru, khususnya masyarakat yang tersakiti oleh postingan saya. Itu akibat ketidaktahuan akan media sosial dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ungkap Suhendi.

Baca Juga:  Nasabah Minta Jokowi dan Pengadilan Buka Rekening Wanaartha

Permintaan maaf Suhendi ini langsung diposting di akun Youtube Kang Guru.

Sebelumnya, Suhendi menyatakan guru hanya memakan gaji buta. Hal ini menyusul kebijakan pemerintah yang menerapkan belajar di rumah atau belajar secara online. (red)

Bagikan:
Left Menu Icon