Masuki New Normal, Ojol di Bandung Boleh Angkut Penumpang

KESATUCO. Ojek online atau ojol di Kota Bandung sudah boleh mengangkut penumpang orang, setelah Kota Bandung mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

Setelah PSBB proporsional berakhir, Kota Bandung akan memasuki fase adaptasi kebiasaan baru atau AKB. Sehingga, ojol di Kota Bandung sudah boleh angkut penumpang.

Pemkot Bandung sepakat menerapkan AKB setelah melihat kasus positif Covid-19 yang menurun. Pada fase ini, ada beberapa penambahan relaksasi menuju fase new normal.

Pertama, jam operasional toko modern, pusat perbelanjaan atau mal, restoran diizinkan sampai pukul 21.00 WIB. Kemudian, tempat peribadatan bisa diisi dengan kapasitas 50%.

Baca Juga:  Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tinggi, Fogging akan Digratiskan

Oded menuturkan, kapasitas pembukaan ruang-ruang aktivitas masyarakat sudah bisa terisi maksimal 50%. Sebelumnya Pemkot Bandung hanya mengizinkan kapasitas 30% saja. Tapi, ada beberapa sektor yang belum diizinkan beroperasi. Yaitu pendidikan, car free day, tempat hiburan, olahraga (gym), dan bioskop.

“Tempat wisata kebun binatang Bandung sudah kembali buka. Kami menerima pengajuan pembukaan kebun binatang. Pihak kebun binatang sudah menyampaikan surat resmi kepada kami dan akan segera kami tindaklanjuti. Kami akan memastikan harus dilakukan simulasi dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Oded di Balai Kota Bandung, Jum’at (26/06/2020).

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Gantung Jadi Ikon TMMD di Sukabumi

Dari semua sektor relaksasi yang diberikan, Pemkot Bandung akhirnya kembali mengizinkan ojek online untuk mengangkut penumpang. Sebelumnya, Pemkot Bandung akan memanggil para operator ojek online untuk membahas tentang standar kesehatan yang diberlakukan.

Kata Oded, meski sudah diizinkan mengangkut penumpang, ojol harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Peraturan ini juga berlaku untuk ojek pangkalan (opang).

“Kami akan mulai memperbolehkan ojek online untuk mengangkut penumpang dengan syarat memenuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Kaji Taman Dibuka

Untuk taman-taman di kota, Oded menyebut masih mengkajinya lebih dulu. Sebelum diizinkan buka, pihaknya akan melakukan simulasi dalam menerapkan standar protokol kesehatan. Pasalnya, di taman cukup sering terjadi kerumunan yang tidak direncanakan.

Baca Juga:  Pendiri PKS Hilmi Aminudin Wafat, Dimakamkan Dengan Protokol Covid 19

Terakhir, untuk pernikahan, Pemkot Bandung sudah merencanakan untuk diizinkan pernikahan kembali di dalam ruangan. Katanya, untuk pernikahan yang dilakukan di rumah, Pemkot Bandung akan mengaturnya dalam Peraturan Walikota (Perwal).

“Pernikahan di gedung akan mulai diperbolehkan. Khusus untuk resepsi pernikahan di rumah, harus mematuhi SOP yang akan ditetapkan di dalam Perwal dan berkoordinasi dengan KUA,” tandasnya. (sab)

Bagikan:
Left Menu Icon