Marwan Izinkan Salat Ied di Masjid, Takbir Keliling Dilarang

KESATUCO. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mempersilahkan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 hijriah. Namun hal itu, harus disesuaikan dengan perkembangan situasi di setiap wilayah.

“Salat ied tidak dilarang. Namun tidak ada pemusatan di satu titik dengan jumlah yang besar. Jadi, masyarakat bisa salat ied di sejumlah masjid yang ada di lingkungan RT ataupun RW saja,” ujar Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Selasa (11/5/2021).

Selain itu, jumlah jemaah pun tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegaan penyebaran covid 19.

“Jadi, untuk zona hijau dan kuning, bisa melaksanakan salat ied di masjid namun tidak melebihi 50 persen. Sementara di zona merah dan orang, salat iednya bisa
dilaksanakan di rumah,” ucapnya.

Selain itu, takbiran pun dipersilahkan dilaksanakan. Namun pelaksanaanya hanya diperbolehkan di setiap musala. Hal itupun hanya diikuti maksimal 10 persen dari kapasitas musala.

“Kalau takbiran di musala sekitaran rumah tinggal dipersilahkan. Namun takbir keliling, sudah jelas instruksi pak gubernur melarang,” ungkapnya.

Berkaitan malam takbir dan Idul Fitri 1442 hijriah, dirinya mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu untuk mencegah penyebaran covid 19.

“Jangan lupa terus memakai masker, menjaga jarak, dan usahakan menghindari kerumunan,” pungkasnya.

Bagikan: