Mantan Lurah Leuwigajah Kota Cimahi Didakwa Korupsi Rp2,5 Miliar

KESATUCO. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung mendakwa mantan Lurah Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Agus Anwar, karena telah melakukan tindak pidana korupsi Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) sebesar Rp2,3 miliar, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Rabu (11/9/2019).

Dalam dakwaannya, Agus tak sendiri, melainkan juga ada beberapa pihak lainnya yang diketahui terlibat. Di antaranya Ali Carda Atmaja, Jaji Rudiya, Rd Soeparman, Rita Rosita, Karwati, dan Kartika.

JPU Kejari Bandung Aep Saepulloh menuturkan, dalam kasus pengadaan tanah untuk SPAL di Cimahi ini Agus bertindak sebagai Lurah Leuwigajah sekaligus panitia pengadaan tanah. Agus diduga melakukan kesalahan dalam penelitian lahan yang mengakibatkan kesalahan pembayaran senilai Rp2,3 miliar lebih.

“Terdakwa dengan sengaja tidak melakukan penelitian terhadap tanah yang akan dibebaskan. Sehingga membuat terjadi kesalahan pada pembayaran tanah,” ujar Aep dalam dakwaannya.

Aep menuturkan, kasus ini berawal saat Pemkot Cimahi bekerja sama dengan Australia untuk program hibah sanitasi Australia Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Cimahi lantas memerlukan lahan 10 ribu meter persegi.

Singkat cerita, lahan tersebut didapat di RT 08/RW 02 Kampung Saradan, Kelurahan Leuwigajah. Pemkot Cimahi lantas membuat panitia pengadaan lahan, di mana Agus terlibat dalam struktur kepanitiaan.

“Tapi saat pelaksanaan justru salah melakukan pembayaran bidang tanah yang akan digunakan untuk SPAL. Karena terdakwa Agus Anwar mengukur tanah orang lain yang tidak ada kaitannya dengan pengadaan tanah. Intinya dia menipu pihak terkait yang penting anggaran pembuatan SPAL itu cair,” katanya menuturkan.

Duit senilai Rp2,3 miliar itu pun cair. Agus lantas membagi duit itu dengan enam terdakwa lainnya. Agus mendapatkan uang senilai Rp250 juta, Ali Rp150 juta, Jaji Rp150 juta, Rd Soeparman Rp145 juta, Rita Rp76 juta, Karwati Rp80 juta, Cartika Rp80 juta, almarhum Tarya Atmaja Rp 1,29 miliar dan saksi Dul Gani Rp 148 juta.(rul/add)

Bagikan:
Left Menu Icon