Malaysia Lanjutkan Lockdown Hingga 28 April 2020

KESATUCO. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan melanjutkan pelaksanaan lockdown, hingga dua Minggu lagi, yaitu dari 15 April sampai 28 April 2020.

Lockdown di Malaysia disebut sebagai masa Perintah Kawalan Pergerakan (PKP). Kebijakan itu diumumkan dalam pidato khusus di Kantor Perdana Menteri Putrajaya atas nasihat dari kementerian kesehatan dan pakar medis.

“Pelanjutan waktu PKP ini dibuat untuk memberi ruang kepada petugas-petugas kesehatan memerangi penularan COVID-19, selain mengelakkan penularan wabah ini dalam masyarakat,” kata Muhyiddin, Jumat (10/4/2020).

Menurut Muhyiddin, perpanjangan lockdown selaras dengan pandangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyarankan negara-negara untuk tidak mengakhiri kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat terlalu awal.

Baca Juga:  Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan Jadi Kunci Pengendalian COVID-19

“Sebagaimana yang terjadi di beberapa negara, penularan wabah ini meningkat kembali apabila PKP ditamatkan. Apa yang saya hendak sebutkan di sini ialah kita mesti bersedia berhadapan dengan situasi ini bagi masa yang agak lebih lama, mungkin berlanjut untuk tempo beberapa bulan, sebelum kita dapat betul-betul pastikan penularan wabah ini diatasi seratus persen,” ujarnya.

Dia mengatakan kehidupan mungkin tidak bisa kembali seperti semula selagi virus itu masih ada. Pembatasan jarak fisik, katanya, harus diteruskan, demikian pula dengan kebiasaan untuk menjaga kebersihan serta menghindari perkumpulan dan tempat yang banyak orang.

Baca Juga:  Kota Bandung Zona Oranye, CFD Belum Boleh Dibuka

“Bulan Ramadhan akan menjelang tiba tidak lama lagi. Kita tidak boleh ke bazar Ramadhan untuk membeli camilan berbuka puasa, tidak boleh ke masjid untuk bertarawih. Jadi, bertarawih lah di rumah bersama keluarga. Mungkin juga kita tidak boleh balik ke kampung seperti biasa,” kata dia.

Sebelumnya dalam suatu laporan, Muhyiddin mengatakan, berdasarkan situasi terkini, pelaksanaan PKP telah dapat membantu para petugas kesehatan mengawal penularan COVID-19 ke satu tahap yang agak stabil.

Baca Juga:  Target Soft Launching Pelabuhan Patimban November 2020

Dengan berbagai upaya yang telah dijalankan, kasus-kasus positif COVID-19 terkawal pada kadar 7 persen, yaitu di bawah ketentuan 10 persen yang ditetapkan WHO.

Muhyiddin menjelaskan, tingkat kematian akibat wabah ini rendah yaitu 1.6 persen berbanding 5.8 persen kadar kematian di peringkat dunia. Sejauh ini, sebanyak 1,830 orang pasien telah keluar dari rumah sakit. Ini bermakna 43 persen pasien COVID-19 telah pulih. Hari ini, jumlah pasien yang pulih sebanyak 220 orang, melebihi jumlah kasus positif baru yaitu sebanyak 118 kasus. (Antara)

Bagikan:
Left Menu Icon