Mahfud MD: Pejabat yang Melindungi Djoko Tjandra harus Dipidanakan

KESATUCO. Menkopolhukam, Mahfud MD mengatakan, Joko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara selama 2 tahun atas vonis kasus hukum yang menjeratnya. Karena tingkahnya, kata Mahfud MD, sang terpidana kasus bank Bali itu bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama.

“Dugaan pidananya, antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kapada pejabat yang melindunginya,” kata Mahfud MD.

Tak hanya Djoko Tjandra, tegas Mahfud MD, para pihak yang diduga melindungi dan membantu pelarian sang buronan pun harus turut dipidana.

Baca Juga:  TT, "Naga" Besar Lobi NCB Interpol Hapus Red Notice Djoktjan

“Pejabat2 yg melindunginya pun hrs siap dipidanakan. Kita hrs kawal ini,” ujar Mahfud MD melalui akun Twitternya.

Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri berhasil menangkap Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra pada Kamis (30/7/2020) di Malaysia.

Bahkan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo turun langsung melakukan penjemputan Djoko Tjandra. Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 22.50.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Proyek Renovasi Gedung BNSP, KPK Diminta Periksa Menteri Ida

Djoko Tjandra ditangkap setelah sebelumnya berstatus buronan. Pada 2009, dia dinyatakan bersalah dan dihukum penjara 2 tahun dan denda Rp 15 juta. Alih-alih menjalani hukuman, dia malah kabur-kaburan.

Djoko merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, kejaksaan pernah menahan Djoko.

Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan dia bebas dari tuntutan lantaran perbuatan itu bukan perbuatan pidana, melainkan perdata.

Baca Juga:  Nasabah Minta Jokowi dan Pengadilan Buka Rekening Wanaartha

Lalu, pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung.

Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan Jaksa. Majelis hakim memvonis Joko Tjandra dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta.

Uang milik buron Joko Tjandra di Bank Bali sebesar Rp546.166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencekal dia. (red)

Bagikan:
Left Menu Icon